Harga Sayur Melonjak Di Tarakan Akibat Cuaca Ekstrim

  • 06 Feb 2025 09:34 WIB
  •  Tarakan

KBRN Tarakan: Cuaca ekstrem yang mengakibatkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi belakangan ini berdampak pada harga sayur mayur yang meroket di Kota Tarakan.

Kabid Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan, Nur Rahmi Majid mengakui, dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini terjadi lonjakan harga sayur di pasar.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem yang mengakibatkan intensitas hujan meningkat sehingga produksi sayur menurun di pertanian.

“Memang selama satu bulan terakhir produksi menurun disebabkan oleh cuaca iklim kita yang terus menerus hujan. Jadi yang tadinya satu bedeng bisa menanam 60 pokok sayur sekarang hanya 20 pokok sayur khususnya sawi dan bayam,” jelasnya, Rabu (5/2/2025)

Dikatakan Rahmi, pihaknya telah menyampaikan harga jual kepada petani untuk menjaga stabilitas harga untuk mencegah inflasi yaitu Rp 10 ribu per ikat. Kendati demikian harga yang sampai di masyarakat mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per ikat.

“Satu ikat bisa dijual Rp 10 ribu di tingkat petani karena ketersediaan kurang, biasa mereka (penjual) membagi lagi jadi harga yang sampai ke masyarakat harga Rp 15 ribu tapi seikatnya tidak utuh dari petani,” pungkasnya. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....