Waspada Hujan dan Angin Kencang di Tarakan, Nunukan dan Tana Tidung Dua Hari Kedepan

  • 06 Okt 2026 17:32 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Stasiun Meteorologi Juawata Tarakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 6-8 Oktober 2026. Peringatan tersebut mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, hujan lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Pada Selasa (6/10/2026), BMKG menetapkan Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung dalam level waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, Kabupaten Nunukan masuk dalam level siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Selain potensi hujan, BMKG mencatat adanya potensi angin kencang di Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori awas untuk potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Pada hari berikutnya, Rabu (7/10/2026), wilayah yang berada dalam level waspada masih mencakup Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung untuk potensi hujan sedang hingga lebat. Adapun Kabupaten Nunukan tetap berada dalam level siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Angin kencang pada tanggal tersebut masih berpotensi terjadi di Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Sementara itu, tidak terdapat wilayah yang masuk kategori awas.

Memasuki Kamis (8/10/2026), BMKG memperluas wilayah yang masuk dalam level waspada. Peringatan potensi hujan sedang hingga lebat berlaku di Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Bulungan.

Berbeda dengan dua hari sebelumnya, pada 8 Oktober tidak terdapat wilayah yang masuk dalam level siaga maupun awas. Publikasi BMKG juga tidak mencantumkan wilayah terdampak untuk kategori angin kencang pada tanggal tersebut.

BMKG mencatat, potensi dampak dari cuaca pada level waspada berupa genangan, luapan air sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Pada level siaga, dampak hidrometeorologi dapat berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....