BMKG Catat Wilayah di Kalimantan Utara Alami Hari tanpa Hujan Lebih dari 5 Hari
- 24 Agt 2026 09:32 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Utara mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari lima hari. Kondisi tersebut terpantau dalam monitoring HTH dasarian II Agustus 2026.
Berdasarkan publikasi BMKG dan BPBD Kota Tarakan, wilayah dengan HTH lebih dari lima hari telah melewati ambang batas yang digunakan dalam pemantauan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam kewaspadaan terhadap kekeringan.
Dalam peta monitoring, wilayah di Kalimantan Utara menunjukkan variasi jumlah hari tanpa hujan. Kategori yang digunakan meliputi 1 hingga 5 hari, 6 hingga 10 hari, 11 hingga 20 hari, 21 hingga 30 hari, 31 hingga 60 hari, dan lebih dari 60 hari. Peta juga menandai wilayah yang masih mengalami hujan hingga pembaruan data.
Publikasi tersebut menyebutkan kekeringan dapat berdampak terhadap ketersediaan air, sektor pertanian, kesehatan, serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Dampak lainnya meliputi berkurangnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, gagal panen dan penurunan produktivitas pertanian, serta gangguan sanitasi dan kesehatan masyarakat.
Untuk menghadapi kondisi sebelum kekeringan, masyarakat diimbau memantau informasi cuaca dan peringatan dini kekeringan dari BMKG. Masyarakat juga diminta menyimpan persediaan air secukupnya dengan memastikan penampungan dalam kondisi baik dan tertutup serta menggunakan air secara hemat dengan memprioritaskan kebutuhan utama.
Saat terjadi kekeringan, masyarakat diimbau membatasi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak. Penggunaan air juga diminta dilakukan secara efisien dan bergiliran. Masyarakat diingatkan menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air dan mengonsumsi makanan bergizi.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran lahan atau sampah karena kondisi cuaca kering dapat meningkatkan potensi kebakaran. Jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, masyarakat dapat melaporkannya kepada BPBD atau perangkat wilayah setempat melalui layanan yang tersedia.
Setelah kondisi kekeringan, masyarakat diimbau memeriksa kualitas air sebelum digunakan, memulihkan vegetasi dan lahan kritis di lingkungan sekitar, serta mengevaluasi kondisi dan memperbaiki sistem penyediaan air. Gotong royong dan kesiapsiagaan juga perlu diperkuat untuk menghadapi kemungkinan kekeringan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....