Titik Panas di Kalimantan Utara pada Hari Minggu Terpantau Nihil
- 06 Okt 2026 06:24 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tidak ada titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Utara pada Minggu (4/10/2026).
Berdasarkan publikasi BMKG, pemantauan dilakukan pada periode 4 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan seluruh wilayah di Kalimantan Utara tercatat nihil titik panas.
Di Kota Tarakan, BMKG mencatat tidak ada titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah, sedang maupun tinggi. Total titik panas yang terdeteksi di wilayah Tarakan mencapai 0 titik.
Kondisi serupa juga tercatat di Kabupaten Bulungan. Tidak ditemukan titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah, sedang ataupun tinggi, dengan total keseluruhan sebanyak 0 titik.
Di Kabupaten Nunukan, hasil pemantauan juga menunjukkan tidak terdapat titik panas. Masing-masing tingkat kepercayaan rendah, sedang dan tinggi tercatat 0 titik.
Sementara itu, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung juga tercatat nihil titik panas. Pada kedua wilayah tersebut, tidak terdapat titik panas pada seluruh kategori tingkat kepercayaan.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 0 titik panas di Kalimantan Utara pada periode pemantauan tersebut. Data itu mencakup Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.
Dalam publikasinya, BMKG menjelaskan deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit, di antaranya NOAA-20, Suomi NPP, Terra dan Aqua. Sensor tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan atau mengalami suhu panas dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya.
BMKG juga menjelaskan observasi dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Namun, wilayah yang tertutup awan atau berada pada zona kosong (blank zone) dapat menyebabkan titik panas tidak terdeteksi.
Sebagai informasi, pemantauan titik panas digunakan untuk memberikan gambaran mengenai indikasi wilayah yang mengalami suhu panas dan berpotensi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi di Kalimantan Utara pada periode pemantauan 4 Oktober 2026 menunjukkan tidak adanya titik panas yang terdeteksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....