RRI Tarakan Kupas Hikmah di Balik Musibah Bersama Ustadz Salman
- 21 Sep 2026 12:43 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Di tengah maraknya fenomena alam dan iklim seperti musim kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, Pro 1 RRI Tarakan menggelar Dialog Interaktif Religi Pagi Islam bertajuk "Hikmah di Balik Musibah".
Dialog yang dipandu oleh host Hery Susanto ini menghadirkan Ustadz Salman sebagai narasumber untuk mengupas sudut pandang Islam dalam menyikapi berbagai cobaan hidup dan bencana.
Dalam tausiahnya, Ustadz Salman menekankan bahwa setiap bencana atau musibah yang terjadi tidak pernah lepas dari kehendak Allah SWT. Peristiwa tersebut membawa maksud, tujuan, serta peringatan mendalam bagi umat manusia.
"Bencana alam maupun bentuk musibah lainnya adalah ujian dan nasihat bagi kita kaum muslimin. Di balik setiap kejadian yang tidak sesuai dengan harapan, ada hikmah besar yang bisa petik," ujar Ustadz Salman.
Lima Hikmah Utama di Balik Musibah
Dalam pemaparannya, Ustadz Salman merinci setidaknya ada lima hikmah utama saat musibah datang menghampiri:
- Penggugur Dosa: Musibah sering kali hadir akibat kelalaian dan perbuatan dosa manusia. Ketika manusia sadar dan bertobat, Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya.
- Pengangkat Derajat: Kesabaran seseorang dalam menghadapi ujian hidup akan menaikkan kedudukannya di sisi Allah SWT serta melipatgandakan pahalanya di akhirat.
- Bentuk Kasih Sayang Allah: Bencana di dunia dikategorikan sebagai peringatan atau "azab kecil" agar manusia segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar sebelum menghadapi azab akhirat yang jauh lebih besar.
- Sarana Introspeksi Diri (Muhasabah): Kejadian pahit menjadi sarana evaluasi atas perilaku, perbuatan maksiat, maupun kebijakan manusia yang merusak alam.
- Menumbuhkan Rasa Syukur: Rasa sakit dan kesusahan mengingatkan manusia betapa berharganya nikmat kesehatan dan ketenteraman yang sering kali dilupakan saat keadaan normal.
Teknologi Canggih Tidak Mampu Menandingi Kuasa Allah
Menjawab pertanyaan host mengenai fenomena kemarau dan bencana alam lainnya, Ustadz Salman mengingatkan bahwa di tengah kehebatan teknologi modern saat ini seperti pembuatan hujan buatan manusia tetap memiliki keterbatasan dan tidak bersumber pada kekuatan mutlak.
"Teknologi sehebat apa pun tidak akan mampu menandingi kekuasaan Allah. Musibah ini mengingatkan kita bahwa sejatinya manusia itu kecil dan tidak punya daya, sehingga tidak ada pilihan lain selain menundukkan diri dan menghambakan diri kepada-Nya," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....