PKK Berperan Vital Tekan Stunting dan Bangkitkan UMKM
- 02 Agt 2026 19:19 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN — Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2026 menjadi momen refleksi atas kontribusi besar para kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Kota Tarakan.
Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan pada Sabtu (1/8/2026), Wali Kota, dr. H. Khairul, M.Kes., menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi gerakan akar rumput PKK yang dinilainya menjadi kunci sukses berbagai program strategis daerah.
Ia menegaskan bahwa apresiasi yang diberikan pemerintah kota bukan lantaran ikatan emosional semata, melainkan bukti riil atas dampak pergerakan PKK dari tingkat Dasawisma, Posyandu, Kelurahan, hingga Kecamatan. Salah satu keberhasilan paling krusial yang disorot adalah penanganan stunting.
Walikota mengenang masa awal kepemimpinannya pada 2019 hingga pascapandemi COVID-19 tahun 2020, angka stunting di Tarakan sempat menyentuh angka mengkhawatirkan sebesar 25 persen.
"Waktu itu kita malu betul. Tarakan digembar-gemborkan sebagai kota terkaya nomor 7 di Indonesia dengan tagline Smart City, tapi angka stuntingnya sangat tinggi secara nasional," ujar Khairul.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Tarakan mengalokasikan anggaran intervensi gizi ke setiap kelurahan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar langsung balita stunting.
Khairul menyebut konsep ini mirip dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun difokuskan secara spesifik pada sasaran yang terdata. Kerja keras yang dikawal langsung oleh kader PKK di lapangan membuah hasil signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan melalui pencatatan E-PPGBM (Ektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), angka stunting di Tarakan melandai tajam hingga tersisa sekitar 4 persen. Sementara berdasarkan survei sampling BPS, posisinya berada di kisaran 12 persen.
"Turun drastis dari 25 persen ke 4 persen berdasarkan data PPGBM. Ini harus kita akui karena peran besar ibu-ibu PKK yang bergerak masif di lapangan, mengedukasi, dan memantau asupan gizi anak-anak," imbuh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar ini.
Tak hanya berfokus pada kesehatan dan gizi, ia juga membocorkan fakta di balik ketahanan ekonomi warga Tarakan pascapandemi.
Ketika gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghantam perekonomian kota beberapa tahun lalu, gerakan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) binaan PKK hadir menjadi juru selamat.
Inisiatif dari Dapur UP2K tersebut berhasil membina para ibu rumah tangga untuk tetap produktif. Hasilnya, kelompok-kelompok usaha kecil itu kini mentransformasi wajah perekonomian daerah.
Khairul menilai peran PKK menjadi wadah pendapatan alternatif keluarga saat gelombang PHK terjadi. Selain itu, sebagian besar produk UMKM lokal unggulan yang beredar di Tarakan saat ini merupakan jebolan dari program binaan UP2K PKK.
PKK juga aktif mengambil peran dalam sosialisasi pencegahan bahaya narkoba serta kenakalan remaja di lingkungan masyarakat.
Wali Kota berharap kolaborasi erat antara Pemkot Tarakan dan PKK terus berlanjut guna menuntaskan sisa angka stunting serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di masa mendatang. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....