BPBD Tarakan Siagakan Personel Antisipasi Karhutla Musim Kering
- 26 Agt 2026 14:46 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - BPBD Kota Tarakan meningkatkan kesiapsiagaan personel selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ekstra ini diambil seiring kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko karhutla di wilayah Tarakan.
Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Tarakan, Paulus Dwi Budi Sunyoto, mengungkapkan bahwa cuaca kering memicu lonjakan kejadian kebakaran. Petugas harus bersiap dari pagi hingga malam hari guna merespons laporan warga.
Hingga pertengahan Agustus, total area terdampak kebakaran di Kota Tarakan diperkirakan sudah menembus angka di atas 25 hektar. Jumlah ini mencakup area lahan kosong yang rawan meluas jika tak segera ditangani.
"Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana, BPBD mengidentifikasi tiga wilayah paling rawan karhutla di Tarakan. Tiga titik utama tersebut berada di Kelurahan Pantai Amal, Juata Permai, dan Juata Laut." Ungkap Budi Dalam Dialog Interaktif Tarakan siang ini di Programa 1 RRI Tarakan.
Tingginya potensi kebakaran di kawasan tersebut disebabkan oleh maraknya lahan kosong yang ditinggalkan atau hanya dikelola secara terbatas. Kondisi vegetasi yang mengering makin mempercepat laju penjalaran api saat terbakar.
di Jelaskannya Guna menekan tingkat risiko, BPBD telah memasang berbagai papan informasi dan rambu peringatan di lokasi rawan. Himbauan ini ditujukan agar masyarakat tidak memicu api saat beraktivitas di sekitar area perkebunan.
"BPBD juga menerapkan pendekatan Pentahelix yang mengaitkan peran pemerintah, pengusaha, media, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial untuk membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana kekeringan." Tegasnya
Kendala terbesar pemadaman karhutla di lapangan saat ini adalah keterbatasan suplai air di area terdampak. BPBD mengajak instansi, dunia usaha, dan relawan untuk saling bahu-membahu dalam mengamankan ketersediaan air.
BPBD mengimbau warga agar senantiasa merubah perilaku pembakaran lahan demi keselamatan bersama di Tarakan. Mengenali ancaman serta mengurangi risiko bencana menjadi kunci utama menciptakan lingkungan aman dan tangguh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....