Umat Buddha Renungkan Makna Kelahiran Sangha
- 06 Agt 2026 10:08 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Umat Buddha di seluruh penjuru dunia merayakan Hari Raya Asadha 2570 dengan penuh perenungan mendalam atas peristiwa penting dalam sejarah keagamaan. Peringatan ini menandai berdirinya Tiga Permata atau Tiratana secara lengkap dalam tradisi Buddhis.
Selain mengenang pembabaran khotbah Dhammacakkappavattana Sutta, hari suci Asadha juga memeringati momen bersejarah lahirnya komunitas Sangha pertama di dunia. Peristiwa tersebut diawali dengan pencapaian pencerahan batin oleh pertapa Kondanna di bawah bimbingan Buddha.
| Baca juga: Rudy Pratama Ajak Umat Maknai Waisak |
Sejarah mencatat bahwa pencapaian batin Kondanna menjadi awal mula terbentuknya tatanan siswa pembawa ajaran kebenaran kepada dunia. Sejak peristiwa monumental tersebut, ajaran Dhamma terus berkembang dan diwariskan secara turun-temurun hingga zaman modern.
Penyuluh Agama Buddha, Aditya Dhammajaya, menerangkan bahwa momen ini merupakan titik balik penting bagi ketahanan ajaran kerohanian. Tanpa adanya komunitas yang mempraktikkan ajaran, kebenaran tinggi akan pudar tergerus oleh perjalanan waktu.
| Baca juga: Waisak Momentum Tepat Untuk Refleksi Diri |
"Dengan ditahbiskannya Kondanna sebagai bhikkhu pertama, sempurnalah Tiratana yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha sebagai komunitas siswa yang mempraktikkan ajaran," jelas Aditya Dhammajaya.
Peringatan Asadha ini sekaligus menjadi penanda dimulainya masa Vassa bagi para bhikkhu untuk memperdalam meditasi selama tiga bulan penuh. Umat awam turut mengambil kesempatan ini untuk melatih ketenangan batin serta memperbanyak kebajikan.
Melalui perenungan makna Asadha, umat Buddha diharapkan mampu memperkuat keyakinan spiritual serta menjalankan kedisiplinan moral dalam tindakan harian. Semangat pengabdian para siswa pertama menjadi teladan abadi bagi generasi muda Buddhis masa kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....