Penyuluh Agama Buddha Kemenag Tarakan Ajak Umat Hidup Sederhana
- 12 Jul 2026 04:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Aditya Dhammajaya, S.Ag, selaku Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, menyampaikan siaran rohani yang mendalam melalui RRI Pro 1 Tarakan. Siaran Mimbar Agama Buddha kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan realitas sosial, yaitu mengenai kebahagiaan hidup tanpa beban hutang.
Dalam penyampaiannya, Aditya menekankan bahwa ajaran Buddha tidak hanya membahas aspek spiritual murni, melainkan juga memberikan panduan praktis dalam mengelola perekonomian rumah tangga. Fenomena jeratan pinjaman di era digital ini menjadi perhatian serius yang perlu disikapi dengan fondasi keagamaan yang kuat.
| Baca juga: Rudy Pratama Ajak Umat Maknai Waisak |
Ia menjelaskan konsep anana sukha yang bersumber dari Anana Sutta, di mana Sang Buddha menegaskan bahwa bebas dari hutang adalah salah satu dari empat kebahagiaan sejati bagi seorang perumah tangga. Kebahagiaan ini dinilai jauh lebih berharga dibandingkan kemewahan lahiriah yang didapat dari hasil pinjaman.
Aditya juga menguraikan akar masalah dari jebakan finansial saat ini, yaitu adanya tanha atau nafsu keinginan yang tidak pernah merasa puas. "Hutang yang lahir dari tanha tidak akan pernah membawa kepuasan, karena setelah satu keinginan terpenuhi, keinginan berikutnya sudah menunggu," ujar Aditya dalam siarannya.
| Baca juga: Umat Islam Diminta Perbanyak Zikir Zulhijah |
Lebih lanjut, ia memaparkan konsep samajivita atau hidup seimbang sebagai formula utama untuk menghindari krisis keuangan. Umat diajak untuk secara cermat mengenali perbedaan mendasar antara kebutuhan riil dan keinginan sesaat yang sering kali dipicu oleh gengsi sosial.
Sebagai langkah preventif, penyuluh agama ini menyarankan pengelolaan pendapatan yang bijaksana dengan membaginya ke dalam empat peruntukan, termasuk mengalokasikan dana darurat. Kebiasaan menabung dinilai menjadi benteng pertahanan yang ampuh agar umat tidak rentan beralih ke pinjaman daring yang mencekik.
Melalui siaran ini, diharapkan umat Buddha di Kota Tarakan dapat merefleksikan kembali pola hidup mereka sehari-hari. Edukasi keagamaan yang kontekstual seperti ini dinilai sangat efektif dalam membangun ketahanan batin sekaligus ketahanan ekonomi umat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....