BNNK Tarakan Ingatkan Bahaya FOMO di Kalangan Remaja

  • 31 Jul 2026 13:57 WIB
  •  Tarakan

TARAKAN, rri.co.id — Fenomena fear of missing out (FOMO) kini tengah menjadi sorotan tajam di kalangan generasi muda. Sikap selalu ingin mengikuti tren terbaru tanpa filter yang jelas sering kali menjerumuskan remaja ke dalam lingkaran setan yang merugikan masa depan.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tarakan mengingatkan bahwa banyak kasus penyalahgunaan zat terlarang bermula dari sekadar ikut-ikutan teman sebaya. Dorongan psikologis agar diakui dalam kelompok membuat para remaja mengabaikan batasan norma dan kesehatan.

Dalam diskusi Spada Pro 2 RRI Tarakan, Mia Alisha Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Tarakan mengungkapkan adanya tren berbahaya di kalangan pelajar, seperti mencampur minuman kemasan dengan obat batuk tertentu. Modus ini dilakukan demi mencari sensasi mabuk agar mereka dianggap keren dan diterima dalam kelompok pergaulan.

"Tidak hanya itu, tren lain seperti penggunaan rokok elektrik atau vape serta perilaku menyimpang lainnya juga marak diadopsi dari media sosial.Paparan informasi digital yang tidak disaring dengan baik membuat remaja rentan meniru tindakan destruktif yang disebarkan secara online."Ungkap Mia Alisha Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Tarakan dalam Program Selamat Pagi Pro 2 (Spada) Pro Aktif RRI Tarakan.

Pihak BNNK Tarakan menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka di era digital ini. Komunikasi yang intensif dan pendekatan persuasif terbukti lebih efektif dibandingkan kemarahan yang justru membuat anak semakin tertutup.

"Remaja diajak untuk memiliki keteguhan mental dan keberanian untuk berkata tidak terhadap segala bentuk ajakan negatif. Menolak hal yang buruk bukanlah tanda tidak gaul, melainkan langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan diri sendiri." Jelasnya.

Dukungan dari lingkungan keluarga yang harmonis menjadi benteng pertahanan utama dalam mencegah anak terjerumus ke jurang narkoba. Program fasilitasi keluarga yang digalakkan BNN bertujuan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak di setiap kelurahan.

Melalui pemahaman yang kuat tentang bahaya laten narkotika, diharapkan generasi muda Tarakan mampu menjadi pionir perubahan yang positif demi menjaga ketahanan mental di arus globalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....