Kemenag Tarakan Ajak Umat Buddha Amalkan 'Jalan Tengah' dari Meja Makan

  • 22 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan melalui Penyuluh Agama Buddha terus berkomitmen meningkatkan kualitas batin dan moralitas umat di wilayah Kalimantan Utara. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program siaran edukasi berkala yang disiarkan langsung melalui Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pro 1 Tarakan.

Fokus utama penyuluhan kali ini menyasar pada pembentukan perilaku masyarakat yang lebih bijaksana, peduli, dan penuh tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Buddha Kemenag Kota Tarakan, Aditya Dhammajaya, S.Ag., menekankan bahwa salah satu fondasi dasar pengendalian diri dapat dimulai dari hal yang paling dekat dengan manusia, yaitu pola konsumsi. Ia menjelaskan bahwa ajaran Buddha senantiasa menekankan prinsip 'Jalan Tengah'—sebuah konsep spiritual yang sangat relevan jika diterapkan di meja makan.

"Prinsip Jalan Tengah ini sangat krusial diterapkan dalam mengonsumsi makanan. Kita harus mampu menjaga diri agar tidak berlebihan (kerakusan) ataupun kekurangan nafsu. Pengendalian diri dari meja makan sebenarnya adalah fondasi awal yang sangat efektif untuk mengontrol emosi negatif lainnya yang jauh lebih besar," ujar Aditya dalam siaran keagamaan tersebut.

Selain pengendalian diri, ulasan mengenai kedermawanan dan solidaritas sosial menjadi poin penting yang disoroti malam itu. Makanan tidak hanya dilihat sebagai pemenuh kebutuhan biologis, melainkan memiliki dimensi sosial yang kuat untuk merekatkan hubungan antarmanusia melalui aksi nyata berbagi. Kebiasaan peduli terhadap sesama yang kekurangan pangan merupakan wujud konkret dari pancaran cinta kasih (Metta) yang tulus.

Melalui momentum ini, Kemenag Tarakan berharap umat Buddha di Bumi Benuanta dapat menjadi pelopor dalam gerakan hidup hemat, moderat, dan penuh kesadaran (Sati).

"Menghargai makanan berarti menghargai jerih payah banyak orang yang terlibat di dalamnya. Lebih dari itu, menghargai makanan berarti menghargai karunia kehidupan itu sendiri," tegas Aditya memotivasi umat agar lebih berempati pada lingkungan sekitar.

Siaran edukatif tersebut ditutup dengan lantunan doa kebahagiaan untuk semua makhluk hidup agar senantiasa berada dalam kedamaian dan keharmonisan.

Upaya sinergis antara Kemenag Tarakan dan RRI ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten di masa mendatang. Dengan ruang edukasi yang inklusif seperti ini, semangat moderasi beragama dan penguatan moralitas diharapkan dapat tumbuh subur di hati setiap warga Kota Tarakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....