PHM Aktifkan Dua Sumur Baru di Proyek Sisi Nubi
- 04 Mar 2026 09:18 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Balikpapan - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan pencapaian gemilang dengan melakukan onstream Platform WPS-5, Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (23/02/2026).
Keberhasilan ini menandai mulai beroperasinya dua sumur baru, yakni SS-505 dan SS-504. Pencapaian di Platform WPS-5 ini menyusul kesuksesan sebelumnya pada Platform WPS-4 yang telah onstream pada Desember 2025 lalu. Dengan beroperasinya kedua platform tersebut, total produksi well head gas yang dihasilkan mencapai sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis menahan laju penurunan produksi alamiah migas yang sudah mature (area tua). “Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat PHM dalam mendukung ketahanan energi nasional, sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ujar Setyo, belum lama ini.
Sumur SS-505 mulai mengalir secara bertahap sejak 21 Februari 2026 setelah melalui tahap clean-up menggunakan unit sand filter untuk menjaga integritas fasilitas produksi. Sumur kini beroperasi stabil pada kisaran 10-11 mmscfd.
Langkah serupa dilakukan pada Sumur SS-504 yang menyusul onstream pada 23 Februari 2026, dengan laju alir gas mencapai 11,4 mmscfd. Ia menekankan bahwa penerapan inovasi dan teknologi menjadi kunci bagi PHM tetap kompetitif di wilayah Kalimantan.
“Kami terus berinvestasi dalam eksplorasi dan eksploitasi untuk menemukan sumber daya baru dan menambah cadangan migas nasional,” tegas Setyo.
Proyek SNB AOI 1-3-5 direncanakan memiliki target enam platform. Saat ini, dua platform telah beroperasi penuh, satu platform dalam tahap persiapan well intervention, dan dua lainnya masih dalam proses pengeboran (drilling).
PHM bekerja sama dengan SKK Migas, terus berkomitmen menjalankan bisnis hulu migas berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan selesainya keseluruhan enam platform nanti, kapasitas produksi di wilayah kerja Mahakam diharapkan meningkat secara optimal. (Ical/sti)