Ramadhan Bukan Balas Dendam: Kemenag Tarakan Ingatkan Bahaya Mubazir

  • 23 Feb 2026 15:12 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Fenomena berburu takjil dan penyediaan menu berbuka yang berlebihan kerap menjadi tradisi di tengah masyarakat saat bulan suci Ramadhan. Namun, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan, H. Syofyan, mengingatkan bahwa esensi puasa adalah pengendalian diri, bukan ajang untuk memindahkan waktu makan dengan porsi ganda.

Menurut H. Syofyan, banyak masyarakat terjebak dalam pola pikir "balas dendam" saat waktu berbuka tiba. Segala jenis minuman dan makanan dibeli, padahal perut manusia memiliki kapasitas yang terbatas. Sikap ini justru menjauhkan umat dari tujuan utama puasa, yaitu menjadi pribadi yang bertakwa.

"Puasa itu adalah tarbiyah atau pendidikan untuk mengendalikan syahwat, termasuk keinginan makan yang berlebihan. Kita harus meluruskan fenomena bahwa berbuka tidak harus dengan segala jenis makanan," tegas H. Syofyan dalam dialog Sapa Kaltara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sifat mubazir merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci dalam agama, bahkan disebut sebagai "saudara setan." Oleh karena itu, menjaga keberkahan Ramadhan berarti harus berani memutus rantai perilaku boros yang sia-sia.

H. Syofyan juga menyoroti istilah "lapar mata" yang sering dialami masyarakat saat sore hari. Menurutnya, godaan untuk membeli semua jenis takjil adalah tantangan nyata yang harus dilawan dengan kesadaran akan kebutuhan gizi, bukan sekadar menuruti keinginan sesaat.

Ia menyarankan, jika memang memiliki rezeki berlebih dan ingin membeli banyak makanan, sebaiknya niatnya diubah untuk bersedekah. Membeli dagangan UMKM untuk dibagikan kepada yang membutuhkan jauh lebih berkah daripada membelinya hanya untuk dipajang di meja makan dan berakhir di tempat sampah.

Sebagai penutup, Kemenag mengajak warga untuk kembali ke kesederhanaan Rasulullah yang berbuka dengan cara yang sangat simpel. Dengan begitu, keberkahan Ramadhan akan tetap terjaga tanpa harus dinodai oleh sikap yang berlebih-lebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....