Pengamanan Perbatasan di Pertebal, Kapolda: Perkuat Perbatasan

  • 16 Mar 2026 00:24 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Polda Kaltara memperkuat pengamanan di sejumlah titik strategis selama periode arus mudik.

Langkah ini dilakukan dengan menambah jumlah pos pengamanan serta meningkatkan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan kepolisian di Sabah, Malaysia.

Kapolda Kaltara, Irjen Djati Wiyoto Abadhy, mengatakan penguatan pengamanan dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, khususnya di wilayah perbatasan dan jalur penyeberangan laut yang menjadi jalur mobilitas masyarakat.

Menurutnya, Polda Kaltara terus menjalin komunikasi intensif dengan kepolisian di Sabah guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi selama arus mudik.

“Kita intens berkomunikasi dan bekerja sama dengan kepolisian yang ada di Sabah. Mungkin ada pemudik-pemudik yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujar Kapolda.

Selain itu, Polda Kaltara juga berkoordinasi dengan tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mengantisipasi potensi ancaman terorisme.

Kapolda mengungkapkan, langkah-langkah pengawasan terhadap pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan juga telah dilakukan secara intensif.

“Terutama untuk mengantisipasi adanya aksi-aksi teror. Dari Densus 88 juga sudah melakukan upaya-upaya pembuntutan terhadap yang bersangkutan, supaya mereka bisa terus kita awasi dan situasi di wilayah Kaltara tetap aman,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi pengamanan, Polda Kaltara juga mempertebal keberadaan pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik.

Ia menjelaskan, jumlah pos pengamanan yang didirikan dalam rangka operasi pengamanan tahun ini mengalami penambahan dibanding sebelumnya.

“Makanya pos kita pertebal. Kita dirikan sebanyak, tadinya tidak sampai 44 pos. Makanya kita membangun beberapa pos tambahan supaya pengamanan bisa lebih kuat,” katanya.

Penambahan pos tersebut difokuskan pada lokasi-lokasi strategis, terutama di kawasan penyeberangan kapal feri yang diprediksi menjadi titik konsentrasi mobilitas masyarakat selama arus mudik.

“Ini untuk memperkuat pengamanan, khususnya di tempat-tempat penyeberangan kapal feri yang menjadi jalur keluar masuk masyarakat,” pungkasnya. (rln/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....