Operasi Ketupat Kayan 2026: 2.055 Personel Gabungan Turun, 44 Pos Pengamanan Didirik
- 12 Mar 2026 19:05 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Sebanyak 2.055 personel gabungan disiagakan dan 44 pos pengamanan didirikan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 di Provinsi Kaltara.
Ribuan personel itu terdiri dari kepolisian sebanyak 1.247 operasi juga melibatkan sekitar 808 personel dari berbagai instansi pendukung.
Personel tersebut terdiri dari TNI sebanyak 159 orang, Dinas Perhubungan 84 orang, Dinas Kesehatan 63 orang, Jasa Raharja 13 orang, BPBD 64 orang, Damkar 51 orang, Basarnas 28 orang, serta Senkom 48 orang.
Selain menyiagakan ribuan personel, Polda Kaltara juga mendirikan 44 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Pos tersebut terdiri dari 15 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu.
“Pada pelaksanaan operasi ini kita juga mendirikan pos-pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu untuk memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat,” kata Kapolda Kaltara, Irjen Djati Wiyoto Abadhy saat ditemui usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan "Operasi Ketupat Kayan 2026", Kamis (12/3/2026).
Kapolda menyebutkan, operasi pengamanan Hari Raya Idulfitri tersebut digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Ia mengatakan Operasi Ketupat Kayan merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan keamanan masyarakat selama perayaan Idulfitri.
“Kita melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Kayan 2026, untuk mengamankan kegiatan masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum pelaksanaan operasi, pihak kepolisian telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama berbagai instansi terkait.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing stakeholder memaparkan kesiapan sekaligus memetakan potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.
"Operasi Ketupat Kayan ini merupakan operasi kemanusiaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh kepolisian bersama seluruh stakeholder di Kaltara.
Polda Kaltara juga telah memprediksi terjadinya dua gelombang arus mudik menjelang Lebaran.
Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret 2026.
Sementara itu, arus balik diperkirakan juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 hingga 25 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026.
Kapolda menambahkan, kondisi geografis Kaltara yang didominasi wilayah perairan menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan
pengamanan Lebaran tahun ini.
Pengawasan akan difokuskan pada jalur transportasi sungai dan penyeberangan feri.
“Kita akan memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi ketentuan, terutama terkait kapasitas penumpang kapal. Jangan sampai memaksakan kondisi kapal yang berlebihan karena sangat membahayakan,” tegasnya.
Petugas di pos-pos penyeberangan juga akan melakukan penyuluhan dan pengumuman kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan mudik.
Selain itu, personel juga akan melakukan pemeriksaan terhadap armada speedboat yang digunakan masyarakat, mulai dari kondisi kapal hingga kelayakan operasionalnya.
“Speedboat yang akan digunakan akan diperiksa terlebih dahulu kondisinya. Jika sudah dinyatakan layak, baru dapat beroperasi melayani masyarakat selama libur Idulfitri,” pungkasnya. (rln/sti)