Konservasi Terumbu Karang Libatkan Masyarakat Pesisir

  • 30 Sep 2026 08:19 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Yayasan Banyumilir mengembangkan program konservasi terumbu karang di kawasan Lovina melalui pelatihan selam, pemulihan karang, dan penguatan ekowisata sejak tahun 2021.
  • Kelompok masyarakat pengawas yang beranggotakan 77 orang berperan aktif dalam berbagai kegiatan konservasi untuk menjaga keberlanjutan program.
  • Pelibatan masyarakat lokal desa Kalibukbuk menjadi bagian penting dalam strategi penyelamatan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan di kawasan Lovina, Singaraja, Bali.

RRI.CO.ID, Singaraja - Yayasan Banyumilir bersama masyarakat Desa Kalibukbuk mengembangkan program konservasi terumbu karang melalui pelatihan selam, pemulihan karang, dan penguatan ekowisata. Program tersebut dirancang sejak 2021 untuk menjawab kondisi terumbu karang yang mengalami kerusakan di kawasan Lovina.

Ketua Yayasan Banyumilir, I Ketut Wiryadana, menyampaikan, pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dari kelompok masyarakat pengawas yang beranggotakan 77 orang, warga didorong terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi.

“Berkat Tuhan juga bahwa hari ini kita memiliki diver dari masyarakat lokal. Jadi kita ada 10 diver yang berlisensi open water, ada 5 diver yang berlisensi advanced, 2 yang sudah rescue dan akan ke master” ujarnya saat kegiatan Konservasi Bank Coral Yayasan Banyumilir, Senin, 28 September 2026.

Selain meningkatkan keterampilan selam, masyarakat juga dilibatkan dalam menjaga kawasan terumbu karang melalui penyediaan mooring atau tambatan kapal untuk aktivitas snorkeling. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi gangguan terhadap kawasan karang yang menjadi daya tarik wisata bahari.

Ketua Yayasan Banyumilir, I Ketut Wiryadana, saat menyampaikan secara singkat kegiatan Konservasi Bank Coral Yayasan Banyumilir, di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Senin, 28 September 2026. (Foto: RRI/Tika Utami)

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, melalui sambutan yang dibacakan Abdul Manap, mengapresiasi dukungan PLN terhadap program konservasi. Ia berharap upaya tersebut dapat berlanjut dan menjadi contoh bagi kawasan konservasi lainnya di Buleleng.

“Kami sangat berterima kasih, mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti di Bank Coral, tetapi juga bisa berlanjut pada program-program berikutnya” ucapnya.

General Manager PLN UID Bali, Imbar Susanto, turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian laut. Dukungan terhadap konservasi diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra dalam menjaga sumber daya laut.

“Punya tanggung jawab menjaga kesucian, perlestarian laut sebagai sumber kehidupan agar terjadi keseimbangan. Kita wajib melakukannya untuk kelestarian laut kita, sehingga di sinilah kewajiban kita menyeimbangkan alam yang sudah kita manfaatkan, terutama laut itu” katanya.

Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan kolaborasi lintas pihak, konservasi terumbu karang di Lovina diharapkan berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat pesisir.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....