Thailand Tutup Maya Bay Selama Hampir 4 Tahun Demi Pulihkan Ekosistem Laut
- 14 Apr 2026 12:59 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Thailand
- Maya Bay
- penutupan wisata
- konservasi laut
- terumbu karang
- pariwisata berkelanjutan
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Thailand mengambil langkah tegas dengan menutup destinasi wisata populer Maya Bay selama hampir empat tahun guna memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi akibat lonjakan wisatawan.
Penutupan dilakukan sejak Juni 2018 hingga awal 2022 setelah ditemukan kerusakan signifikan pada terumbu karang dan ekosistem laut di kawasan tersebut. Aktivitas wisata yang tidak terkendali, termasuk lalu lintas kapal dan aktivitas snorkeling massal, menjadi faktor utama degradasi lingkungan.
Selama masa penutupan, pemerintah bersama para ahli lingkungan melakukan berbagai upaya rehabilitasi, seperti penanaman kembali terumbu karang, pembatasan aktivitas kapal, serta pengawasan ketat terhadap kawasan konservasi.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand dalam menjaga keberlanjutan pariwisata sekaligus melindungi ekosistem laut dari kerusakan permanen.
Setelah dibuka kembali pada 2022, Maya Bay kini menerapkan sistem pembatasan jumlah pengunjung harian serta aturan ketat bagi wisatawan untuk mencegah kerusakan serupa terulang.
Kebijakan ini menjadi contoh bagi negara lain dalam menyeimbangkan antara sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....