Blue Sport Buleleng Dorong Sport Tourism Wisata Bahari
- 27 Sep 2025 14:45 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Paket Blue Sport Buleleng resmi dikembangkan sebagai upaya peningkatan daya tarik wisata bahari di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini digagas oleh tim dosen muda dari STKIP Agama Hindu Singaraja dan Undiksha Singaraja, yaitu Gede Hendri Ari Susila, I Ketut Hendry Wijaya K., dan I Gede Putra Nugraha.
Dosen STKIP Agama Hindu Singaraja Gede Hendri Ari Susila mengungkapkan urgensi penelitian ini berangkat dari potensi laut Buleleng yang besar namun belum dikembangkan optimal. Sport tourism dinilai strategis karena tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs).
“Sport tourism dinilai strategis karena tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga berkontribusi terhadap SDGs nomor 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak, serta nomor 14 tentang menjaga ekosistem laut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sport tourism mampu menciptakan lapangan kerja baru seperti pemandu wisata, instruktur olahraga laut, hingga penyewaan alat selam, sekaligus disinergikan dengan wisata konservasi terumbu karang.

Dosen STKIP Agama Hindu Singaraja Gede Hendri Ari Susila saat berkunjung ke pantai Sumberkima, Gerokgak, Buleleng (Foto: RRI/Dok. Pribadi Hendri Ari Susila)
Hasil penelitian ini membagi paket Blue Sport Buleleng ke dalam tiga wilayah, yaitu Buleleng Barat yang meliputi Kecamatan Gerokgak, Seririt, dan Banjar, Buleleng Tengah yang meliputi Kecamatan Buleleng dan Sawan, serta Buleleng Timur yang meliputi Kecamatan Kubutambahan dan Tejakula.
Setiap wilayah menawarkan tiga jenis paket wisata. Paket pertama adalah Blue Adventure yang berfokus pada wisata petualangan bahari dengan aktivitas snorkeling, diving, kayaking, paddle board, hingga eksplorasi pulau kecil dan gua laut.
Paket kedua adalah Blue Challenge yang berbasis kompetisi olahraga laut seperti lomba dayung, triathlon bahari, dan lomba memancing profesional. Paket ketiga adalah Blue Leisure yang berorientasi pada wisata edukasi dan konservasi dengan kegiatan seperti perjalanan santai menggunakan glass bottom boat, edukasi ekosistem laut, hingga wisata kuliner berbasis hasil laut.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE dan menghasilkan inovasi paket sport tourism berbasis ekosistem bahari yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan program studi olahraga.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada DRTPM Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan penelitian skema dosen pemula tahun 2025, serta kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dan Pokmaswas yang telah berperan aktif dalam membantu implementasi program ini.
“Dukungan berbagai pihak membuat penelitian ini bisa berjalan dengan baik. Harapannya, Blue Sport Buleleng dapat menjadi ikon baru sport tourism di Bali Utara,” ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....