Jegeg Bagus Buleleng Usung Pariwisata Aman Berkelanjutan

  • 04 Sep 2025 11:36 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Buleleng kembali melahirkan sosok inspiratif dari generasi muda. Mereka adalah Putu Cista Pramitha Dewi dan Ketut Andika Pratama Dwi Payana, pasangan Jegeg dan Bagus Buleleng 2025, yang hadir dalam program Bincang Komunikasi (Bikom) di Buleleng Command Center Dinas Kominfosanti, Selasa (2/9/2025).

Keduanya berbagi kisah perjalanan hingga dipercaya menjadi duta kebanggaan daerah. Bagi mereka, Jegeg Bagus bukan sekadar gelar, melainkan ruang untuk bergerak, bersuara, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Andika mengawali langkahnya dari ajang Putra Putri Semansa SMA Negeri 1 Singaraja. Seleksi panjang sejak Desember 2024 akhirnya membawanya ke panggung Grand Final pada 22 Maret 2025. “Awalnya hanya karena tanggung jawab, tapi semakin dijalani saya menemukan motivasi baru. Ternyata saya bisa, dan syukurnya diberi kesempatan menjadi Bagus Buleleng 2025,” ucapnya.

Sementara itu, Cista yang merupakan siswi SMA Negeri Bali Mandara telah lebih dulu aktif di ajang Duta Anak Buleleng 2024 hingga dipercaya ke tingkat provinsi sebagai Duta Anak Bali Komisi Pendidikan. “Saya ingin advokasi yang sudah saya jalankan bisa menjangkau lebih banyak orang. Jegeg Bagus Buleleng menjadi wadah tepat untuk itu,” katanya.

Keduanya sepakat bahwa Jegeg Bagus Buleleng adalah wadah pembelajaran. Menurut mereka, pariwisata dan budaya tidak dapat dipisahkan. “Pariwisata kita lahir dari tradisi. Kalau ingin kembangkan pariwisata, budaya harus diperkuat dulu,” ucap Andika menambahkan.

Dalam kiprahnya, Andika mengusung program mitigasi bencana secara struktural dengan pemasangan plang evakuasi, titik kumpul, hingga papan informasi di destinasi rawan bencana. Program ini bahkan meraih predikat Best Social Project di tingkat provinsi. Sementara itu, Cista menekankan mitigasi non-struktural berupa edukasi literasi bencana bagi anak-anak dan remaja.

Selain itu, mereka juga menyoroti isu lingkungan dengan mendorong kesadaran generasi muda terhadap green tourism dan eco tourism. Bagi mereka, budaya harus berjalan seiring dengan teknologi, mulai dari promosi pariwisata lewat media sosial hingga modernisasi praktik budaya, seperti penggunaan QRIS untuk dana punia di pura.

“Budaya dan modernisasi tidak bisa bertolak belakang, justru harus berjalan beriringan,” ujar Andika.

Menutup perbincangan, Cista menegaskan komitmen mereka sebagai duta generasi muda. “Kami bukan hanya duta pariwisata, tapi juga pelopor bagi generasi muda Buleleng,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....