Menyucikan Diri dengan Melukat di Pura Mengening Bali

  • 14 Jul 2025 14:06 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Terletak di tengah hamparan alam hijau nan asri di kawasan Tampaksiring, Gianyar, Pura Mengening menjadi salah satu tempat suci yang kerap dikunjungi umat Hindu Bali untuk melakukan ritual melukat ritual penyucian diri secara spiritual dan fisik dengan air suci. Nama 'Mengening' sendiri berasal dari kata 'hening', yang mencerminkan suasana tenang dan sakral di sekitar pura.

Saat memasuki area pura, suasana hening langsung menyambut, berpadu dengan gemericik air dari pancoran yang jernih. Dalam foto yang diabadikan, tampak sebuah pancoran air yang mengalir deras dari celah tebing yang rimbun oleh tumbuhan hijau alami.

Air tersebut mengalir ke sebuah kolam suci, tempat para pemedek (umat) melakukan prosesi melukat. Di sisi kanan, terlihat arsitektur khas pura Bali yang berlumut, menandakan usianya yang tua dan penuh nilai spiritual.

Di beberapa titik terlihat sesajen canang sari tertata rapi simbol persembahan kepada Sang Hyang Widhi sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan berkah. Melukat di Pura Mengening bukan sekadar mandi biasa, ini adalah momen penyucian yang dalam, dipercaya mampu membersihkan aura negatif, penyakit non-fisik, dan mengharmoniskan energi tubuh.

Air suci di Pura Mengening bersumber langsung dari mata air pegunungan yang diyakini mengandung kekuatan spiritual tinggi. Banyak orang datang ke sini tidak hanya untuk ritual, tetapi juga untuk menyatu dengan alam dan mencari ketenangan batin.

Tak jarang pula wisatawan rohani dari berbagai negara turut serta dalam ritual ini untuk merasakan pengalaman spiritual khas Bali. Melukat biasanya dilakukan dengan panduan pemangku atau jero mangku yang memimpin doa dan prosesi.

Umat akan membasuh diri di bawah pancoran satu per satu, mengikuti urutan tertentu, sembari memanjatkan doa dalam hati. Dalam melakukan ritual melukat pemedek dapat membawa canang pejati untuk di pura tempat nelukat dan canang sari pada spot-spot melukat.

Tidak ada biaya masuk untuk warga lokal yang hendak melakukan ritual melukat, sedangkan untuk wisatawan asing tiket sebesar Rp 30.000, sewa kamen/sarung Rp. 10.000 dan sewa loker Rp. 10.000. Pengunjung diharapkan menggunakan pakaian sopan, mengenakan sarung dan menyiapkan baju ganti untuk persembahyangan setelah melukat.

Pura Mengening adalah cerminan dari keselarasan antara manusia, alam, dan Tuhan. Di sini, setiap tetes air bukan hanya menyentuh tubuh, tapi juga jiwa meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang merasakannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....