Menyatu dengan Alam dan Spiritualitas di Pencampuhan Sala
- 07 Jul 2025 14:34 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Pura Taman Pencampuhan Sala yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, merupakan salah satu tempat suci yang dikenal sebagai lokasi melukat (ritual penyucian diri secara spiritual dalam ajaran Hindu Bali). Dikelilingi oleh hutan lebat dan suasana alam yang masih sangat alami, tempat ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam, menyatukan keheningan alam dengan kesakralan ritual keagamaan.
Prosesi melukat di Pencampuhan Sala dimulai dengan persembahyangan dan persembahan banten pejatian dan canang sari, yaitu sesajen yang terdiri dari bunga-bunga berwarna cerah seperti merah, kuning, putih, dan biru yang disusun di atas wadah dari janur. Banten ini sebagai lambang rasa syukur dan pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Di latar belakang pura, terlihat pancuran-pancuran suci, pelinggih yang dihiasi dengan tedung merah, serta dupa yang mengepul, menambah kekhusyukan dan aura spiritual tempat ini.
/bnlo8gb5kwquuig.jpeg)
Canang Sari yang Merupakan Salah Satu Banten saat Proses Melukat (Foto: RRI/Wangi)
Dalam suasana penuh kabut tipis dan sinar matahari yang menembus rimbunnya pepohonan, para pemedek (umat) menjalani ritual dengan penuh khidmat. Salah satu momen sakral yang terekam adalah saat seorang wanita berjalan menyusuri aliran sungai kecil menuju pancuran air terjun, dengan tubuh basah oleh air suci. Air yang jatuh dari tebing tinggi menimbulkan efek cahaya yang dramatis, menciptakan lorong cahaya alami seolah menjadi gerbang menuju penyucian diri. Di tepi tebing, tampak pelinggih dan payung kuning sebagai penanda kesakralan tempat tersebut.
/av6s4avhw7s51kc.jpeg)
Jalan Menuju Air Terjun yang Merupakan Salah Satu Spot dalam Rangkaian Melukat (Foto: RRI/Wangi)
Aliran air dari sumber suci inilah yang dipercaya mampu membersihkan energi negatif, memberikan ketenangan batin, serta menyegarkan jiwa yang penat. Tidak hanya membasuh tubuh, namun melukat di sini adalah bentuk pembaruan spiritual dan refleksi diri yang mendalam. Suara gemericik air, aroma dupa, serta semilir angin hutan menjadi elemen-elemen alami yang menyatu dengan ritual.
Melukat di Pencampuhan Sala bukan hanya tradisi warisan leluhur, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang mengajak umat untuk kembali ke dalam diri, mendekat kepada alam, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Perpaduan antara kekuatan alam dan kekhusyukan upacara menjadikan Pencampuhan Sala sebagai salah satu destinasi spiritual paling menakjubkan di Pulau Dewata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....