Cidomo, Keunikan Alat Transportasi Kuda di Gili Trawangan

  • 01 Jul 2025 13:47 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Begitu kapal bersandar di dermaga Gili Trawangan, suasana berbeda langsung menyergap. Tidak ada deru kendaraan, tak terdengar suara mesin atau asap knalpot.

Yang terdengar justru dentingan kecil ritmis, seperti melodi lembut yang mengiringi langkah-langkah pelan seekor kuda. Dentingan itu berasal dari cidomo, kereta tradisional yang menjadi satu-satunya alat transportasi bermuatan di pulau ini.

Cidomo bukan hanya alat angkut. Ia adalah jiwa yang bergerak perlahan menyusuri pasir dan jalanan pulau, menyapa siapa saja yang datang dengan kesederhanaannya.

Bentuknya mungil, atapnya teduh, dan hiasan warna-warninya membawa nuansa ceria. Duduk di dalamnya, angin laut menyapa wajah, aroma garam laut tercium samar, dan suara laut tak pernah jauh dari telinga.

Kuda-Kuda yang Sedang Beristirahat di Gili Trawangan (Foto: RRI/Wangi)

Gili Trawangan memang unik. Disini, tak ada kendaraan bermotor, semua aktivitas berjalan lebih pelan, lebih dekat dengan alam.

Cidomo hadir bukan hanya karena kebutuhan, tapi karena filosofi: pulau ini memilih hidup dengan tenang, tanpa kebisingan, tanpa polusi, dan cidomo menjaga harmoni itu tetap hidup. Cidomo digunakan untuk banyak hal seperti menjemput tamu dari pelabuhan, mengantar barang ke hotel-hotel, bahkan kadang menjadi saksi bisu dalam pernikahan romantis di tepi pantai.

Namun di balik itu semua, ada juga tanggung jawab besar bagaimana memastikan si kuda, makhluk kuat nan setia ini, dirawat dengan kasih. Untungnya, semakin banyak orang sadar bahwa kenyamanan wisata tak boleh mengorbankan kesejahteraan hewan.

Banyak pemilik cidomo kini lebih peduli memberi air cukup, waktu istirahat, dan perawatan rutin. Naik cidomo bukan soal cepat sampai, tetapi tentang merasakan setiap detik perjalanan, menikmati Gili Trawangan dari sudut pandang yang lebih dalam.

Di atas kereta ini, kita belajar melambat, belajar menikmati angin, menatap laut, menyapa orang-orang yang tersenyum. Cidomo mengajarkan bahwa dalam dunia yang serba cepat, ada keindahan dalam memilih untuk pelan-pelan saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....