Pemkab Buleleng Matangkan Persiapan Lovina Festival 2025

  • 01 Jul 2025 15:17 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Menjelang pelaksanaan Lovina Festival 2025 yang akan digelar pada 24-27 Juli mendatang, Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng kembali menggelar rapat koordinasi guna mematangkan persiapan teknis dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, Selasa (1/7/2025).

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menjelaskan bahwa tahun ini Lovina Festival mengangkat tema “The Magical of Lovina” sebagai upaya branding kawasan Lovina sebagai destinasi wisata unggulan yang sarat akan kearifan lokal.

“Lovina memiliki potensi luar biasa, seperti kehadiran lumba-lumba, keindahan panorama sunset, serta atraksi budaya yang khas. Semua ini akan kita kemas untuk memperkuat daya tariknya,” ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan, festival tahun ini akan mengedepankan sinergi lintas sektor, mulai dari pelaku industri pariwisata seperti PHRI, OPD teknis sesuai tupoksi masing-masing, hingga peran Desa Adat dan Desa Dinas di kawasan Lovina.

Tidak hanya itu, festival juga melibatkan UMKM dari sektor kuliner, kriya, fashion, seni musik, dan seni pertunjukan, serta menggandeng Dekranasda, PKK, hingga institusi pendidikan seperti SMA, SMK, LPK pariwisata dan perguruan tinggi.

Salah satu agenda budaya yang tengah dipersiapkan adalah pementasan tari Panyembrama massal dengan target minimal 500 penari yang melibatkan PKK dari delapan desa di kawasan Lovina. Bahkan, ada wacana membentuk kelompok tari khusus dari wisatawan mancanegara yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar atau long stay di Bali.

“Kita sedang latih juga wisatawan untuk bisa menari Panyembrama, jadi ada grup khusus wisatawan yang tampil,” ucap Gede Dody.

Festival juga akan menampilkan program edukatif bertajuk “Gemar Makan Ikan” yang menyasar anak-anak sekolah dasar di kawasan Lovina. Program ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein rendah kolesterol, sekaligus bagian dari upaya pencegahan stunting.

Selain atraksi budaya dan edukatif, potensi bahari Lovina juga tak luput diangkat. Dinas Pariwisata menyiapkan Lomba Mancing (Fishing Tournament) serta Lomba Perahu Layar Tradisional yang bekerja sama dengan kelompok nelayan lokal dan kalangan industri perhotelan.

“Untuk lomba layar, perahu yang digunakan tidak boleh bermesin, hanya menggunakan tenaga angin, dan akan dibalut branding hotel peserta,” katanya.

Kadis Dody berharap Lovina Festival 2025 dapat menjadi momen kebangkitan sektor pariwisata Buleleng pascapandemi, sekaligus memperkuat identitas budaya dan pesona bahari Bali Utara di mata dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....