Pura Batu Bolong, Tempat Memuja Ida Batara Segara
- 09 Jul 2025 19:57 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Pura Batu Bolong terletak di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Jarak tempuh ke lokasi pura ini sekitar 18 km dari kota denpasar dan kira-kira 45 menit perjalanan dari bandara Ngurah Rai bila menggunakan kendaraan bermotor.
Pura Batu Bolong didirikan sebagai tempat pemujaan kepada Ida Batara Segara dan merupakan salah satu Pura Kayangan Jagat di Bali. Masyarakat Hindu di Bali selalu datang setiap hari ke pura ini untuk melakukan sembahyang memohon berkah dari Ida Batara Segara agar diberikan kerahayuan dan kerharmonisan.
Selain itu pura Batu Bolong merupakan tempat penyucian benda-benda sakral milik pura-pura yang ada di Bali (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya). Ritual upacara Melasti, Pekelem, Purnama kapat dan Piodalan selalu diadakan dipura ini.
Pura Batu Bolong berada kira-kira 50 meter dari bibir pantai Canggu dengan posisi menghadap kearah selatan pulau dan berada di lahan seluas kira-kira 50 are. Seperti halnya Pura-Pura kayangan jagat yang ada di Bali, pura ini juga memiliki Tri Mandala yaitu utamaning mandala (jeroan), madianing utama (halaman tengah) dan nistaning mandala (jaba sisi).
Sejarah Berdirinya Pura
Sejarah awal pembangunan Pura Batu Bolong belum diketahui secara pasti, berbagai versi dan cerita terdapat dalam lontar yang ada di Bali. Secara khusus sejarah Pura Batubolong belum ditemukan, baik berupa peninggalan-peninggalan dalam bentuk prasasti maupun tersurat dalam purana tersendiri.
Jika dikutip dari berbagai sumber disebutkan dalam Lontar Empu Kuturan dan Lontar Lokakranti, antara lain disebutkan bahwa pada abad XI saat Raja Udayana mengadakan pertemuan di Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar yang didampingi oleh permaisurinya, Mahendradatta, disertai pula seorang Purohita yang bernama Empu Kuturan. Dalam perjalanan sucinya di Bali, Empu Kuturan menemukan batu karang dekat laut di sebelah selatan Linggasana (Tabanan).
Di tempat ini Empu Kuturan melihat orang tua bertapa khidmat. Bahkan, Empu Kuturan sempat menegurnya namun, sang pertapa itu tidak terjaga dari tapanya.
Setelah pertapa itu terjaga terjadilah dialog dengan Empu Kuturan dan tempat dialog itu disepakati berdua diberi nama Parang Bolong. Sedangkan pertapa itu diberi sebutan Dukuh Dadap Sakti oleh Empu Kuturan.
Secara harfiah nama Batubolong terdiri atas dua kata yaitu batu berarti watu dan kata bolong berarti lubang (berlubang). Jadi Batubolong berarti batu berlubang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....