Kunjungan Wisman Naik, Bali Dorong Ekonomi Hijau Berkelanjutan

  • 25 Jun 2025 10:37 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, sejak bulan April hingga saat ini, tercatat sebanyak 591.221 wisman datang ke Bali. Angka ini mengalami peningkatan signifikan lebih dari 25,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Perekonomian, I Wayan Ekadina, menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata masih menjadi daya tarik utama Bali, dan memberi dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

“Kita tidak hanya menerima kunjungan wisatawan, tetapi kita ambil bagian agar kehadiran mereka benar-benar memberi makna bagi pembangunan dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa destinasi wisata di Bali utara turut mengalami pertumbuhan kunjungan. Ekadina menambahkan bahwa kolaborasi semua pihak perlu terus diperkuat sebagai bentuk kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota harus dijaga. Inilah bentuk kerja nyata yang berdampak langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ekadina menegaskan bahwa peningkatan kunjungan wisata tidak boleh dilihat hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga harus memberi nilai lebih dalam kerangka transformasi ekonomi Bali. Pemerintah Provinsi Bali terus mengawal visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan membangun ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali.

“Transformasi ekonomi Bali harus ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal, dan menjaga kearifan budaya. Ini bukan semata soal pertumbuhan, tetapi keberlanjutan. Kita ingin Bali tetap kuat secara ekonomi tanpa mengorbankan identitas dan alamnya,” katanya.

Dalam konsep Ekonomi Kerthi Bali, terdapat enam sektor unggulan yang didorong secara bersamaan, yaitu pertanian dalam arti luas, kelautan dan perikanan, industri, infrastruktur, UMKM dan koperasi, serta pariwisata berbasis budaya lokal. Sektor pariwisata, menurutnya, tetap menjadi pilar utama, namun kini diarahkan agar lebih tangguh dan inklusif.

Gerakan kebersihan di destinasi wisata disebutnya sebagai salah satu implementasi nyata dari konsep transformasi ekonomi Bali. Menurutnya, upaya ini merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

“Gerakan ini tidak hanya dilaksanakan pemerintah, tetapi juga didukung oleh sektor swasta dan masyarakat. Ada kerja sama membersihkan sungai, pantai, dan fasilitas umum. Semua ini bagian dari menjaga kualitas Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia,” ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....