Wamenpar Ajak Wisatawan Asing Ikut Bersih-Bersih Bali
- 24 Jun 2025 08:24 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, mengajak wisatawan asing yang berkunjung ke Bali untuk turut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan di destinasi wisata. Ajakan ini disampaikannya dalam kegiatan Gerakan Wisata Bersih yang digelar di Kawasan Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (22/6/2025).
Menurutnya, partisipasi wisatawan dalam aksi kebersihan akan memberikan dampak ganda, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari proses edukasi. Kegiatan volunteering seperti bersih-bersih pantai atau lingkungan destinasi diyakini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan.
"Saya selalu berharap di setiap destinasi ada kegiatan volunteering untuk bersih-bersih. Kalau tidak bisa seminggu sekali, sebulan sekali pun tidak apa-apa. Ajak wisatawan ikut serta, ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi edukasi yang terus-menerus," ujarnya.
Ia yang akrab disapa Ni Luh Puspa berharap kegiatan seperti ini bisa dijadikan agenda rutin di berbagai destinasi, minimal sebulan sekali. Dengan demikian, wisatawan memiliki kesempatan untuk berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan dan merasakan pengalaman yang lebih bermakna selama berkunjung ke Bali.
"Kalau setiap tahun datang dan tahu bahwa ada agenda bersih-bersih, mereka akan terbiasa. Akan tertanam kesadaran bahwa menjaga kebersihan itu penting, dan itu jadi kebiasaan positif," ucapnya.
Keterlibatan wisatawan dalam aksi bersih-bersih juga dinilai dapat memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Selain menikmati alam dan budaya, wisatawan diajak menjadi bagian dari solusi atas persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah wisata, terutama di pesisir.
Pihaknya menambahkan, kolaborasi antara wisatawan, masyarakat lokal, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar gerakan ini dapat berjalan berkelanjutan. Ia menegaskan, edukasi tidak bisa dilakukan satu kali, melainkan harus terus menerus agar tercipta perubahan perilaku dalam menjaga lingkungan.
"Sampah ini masalah panjang, dan harus dihadapi bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi wisatawan, masyarakat, dan pelaku usaha sangat penting untuk menciptakan destinasi yang bersih dan berkualitas," katanya menegaskan.
Melalui pendekatan partisipatif seperti ini, Ni Luh Puspa diharapkan semakin dikenal bukan hanya sebagai tujuan wisata yang indah dan eksotis, tetapi juga sebagai destinasi yang peduli lingkungan dan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....