Gereja Ayam di Perbukitan Magelang

  • 09 Jun 2025 08:13 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja : Di tengah rimbunnya pepohonan dan tenangnya alam Pegunungan Menoreh, tersembunyi sebuah bangunan unik yang telah menarik perhatian wisatawan, fotografer, hingga pemburu cerita mistis. Bangunan tersebut dikenal dengan nama Gereja Ayam, sebuah struktur besar berbentuk menyerupai seekor ayam atau burung merpati, yang berdiri kokoh di Bukit Rhema, Desa Gombong, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Meskipun namanya mengandung kata “gereja”, tempat ini sesungguhnya bukan gereja dalam arti sempit, melainkan rumah doa universal yang dibangun dengan semangat toleransi dan spiritualitas lintas agama.

Gereja Ayam mulai dibangun pada awal tahun 1990-an oleh seorang pria bernama Daniel Alamsjah, seorang Kristen yang mengaku mendapat panggilan dari Tuhan dalam mimpinya untuk membangun rumah doa di sebuah bukit. Dalam mimpi tersebut, ia diminta untuk mendirikan tempat beribadah berbentuk burung merpati sebagai simbol perdamaian yang terbuka bagi siapa pun tanpa memandang latar belakang agama. Setelah berkeliling mencari lokasi yang tepat, Daniel akhirnya menemukan Bukit Rhema pada tahun 1989, dan merasa bahwa tempat tersebut adalah lokasi yang dimaksud dalam mimpinya.

Pembangunan dimulai dengan semangat dan dana pribadi, namun setelah beberapa tahun berjalan, proyek tersebut mengalami kendala finansial dan sosial. Pada awal tahun 2000-an, pembangunan terhenti dan bangunan pun terbengkalai. Selama bertahun-tahun, Gereja Ayam menjadi bangunan misterius yang hanya dikenal oleh warga sekitar dan para petualang yang menyukai tempat-tempat unik. Namun semua itu berubah ketika tempat ini mulai diliput oleh media dan menjadi latar film dokumenter serta beberapa adegan dalam film populer Indonesia, seperti “Ada Apa Dengan Cinta? 2”, yang dirilis tahun 2016. Sejak saat itu, Gereja Ayam menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat digemari, terutama oleh generasi muda.

Meskipun bentuknya sering disebut menyerupai ayam, Daniel menegaskan bahwa bangunan itu sebenarnya adalah burung merpati, yang melambangkan kasih dan kedamaian. Bagian kepala burung yang berada di atas atap lengkap dengan jambul dan paruh besar, menciptakan siluet yang ikonik dan tak terlupakan. Dari atas kepala bangunan, wisatawan bisa menaiki tangga ke dalam mahkota dan menyaksikan panorama 360 derajat yang menakjubkan: hamparan hutan tropis, pegunungan, hingga Candi Borobudur dari kejauhan.

Selain bentuknya yang unik, bagian dalam Gereja Ayam juga menyimpan beragam ruang dengan makna spiritual. Ada ruangan-ruangan kecil yang dulunya digunakan sebagai tempat meditasi, ruang rehabilitasi, dan tempat merenung. Di bagian bawah bangunan, terdapat lorong-lorong dan ruang-ruang sunyi yang memberikan kesan misterius sekaligus sakral. Beberapa pengunjung mengaku merasakan suasana yang menenangkan dan reflektif ketika menjelajahi bagian dalam bangunan ini.

Kini, Gereja Ayam telah dikelola dengan lebih baik sebagai tempat wisata rohani dan edukasi. Pengunjung dapat mengikuti tur yang dipandu oleh warga lokal atau sukarelawan yang menceritakan sejarah pembangunan, makna simbolik, hingga visi awal Daniel. Selain itu, ada juga kedai kopi dan warung makan di sekitar bangunan, serta jalur pendakian singkat dari area parkir yang memudahkan wisatawan untuk sampai ke puncak bukit.

Yang membuat Gereja Ayam begitu istimewa bukan hanya bentuknya yang unik, tetapi juga semangat di balik pembangunannya: tentang keyakinan, toleransi, dan perdamaian. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh perbedaan, Gereja Ayam hadir sebagai pengingat bahwa spiritualitas bisa menyatukan, bukan memisahkan. Siapa pun, dari agama apa pun, dipersilakan datang untuk berdoa, merenung, atau sekadar menikmati keindahan alam dan keheningan yang jarang ditemukan di kota-kota besar.

Dengan kombinasi antara arsitektur eksentrik, panorama alam yang menakjubkan, serta kisah yang menyentuh hati, Gereja Ayam di Bukit Rhema kini menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat wisata. Ia adalah lambang bahwa mimpi, jika diperjuangkan dengan tekad dan niat baik, bisa menjadi nyata dan menginspirasi banyak orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....