Menembus Kabut Gunung Catur
- 27 Mei 2025 10:38 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Tak banyak yang tahu, bahwa di ujung Kabupaten Badung, tepatnya di Banjar Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, berdiri sebuah gunung megah yang begitu memikat yaitu Gunung Catur. Gunung ini juga dikenal dengan sebutan Puncak Mangu. Gunung ini bukan sekadar tempat tinggi yang menawarkan pemandangan indah, tapi juga rumah bagi ketenangan, kabut, dan udara dingin yang memeluk siapa saja yang datang.
Dengan ketinggian 2.096 mdpl, Gunung Catur adalah puncak kaldera tertinggi di jalur tengah Pulau Bali. Dari puncaknya, Danau Beratan dan Danau Buyan tampak seolah menyatu dalam pelukan kabut, menciptakan pemandangan yang sulit dilukiskan dengan kata. Tak hanya itu, dari kejauhan, kita juga bisa menyaksikan bayangan gunung-gunung lain di Bali. Di sisi lain, wilayah Bedugul terlihat seperti negeri di atas awan, begitu hening dan memukau.
Perjalanan menuju Gunung Catur dimulai dari Desa Pelaga, sebuah desa berhawa sejuk yang terkenal dengan agrowisata dan ketenangan lanskapnya. Jalur awal pendakian berupa tangga-tangga tanah dan bebatuan, lalu berganti dengan trek hutan yang relatif landai namun tetap menantang. Menyusuri akar-akar besar, rumpun pakis, dan lorong kabut pinus adalah pengalaman spiritual tersendiri seolah memasuki halaman rahasia milik alam.
Puncak pendakian ditandai dengan keberadaan Pura Pucak Mangu, pura sakral yang menjadi tempat pemujaan Dewa Wisnu. Banyak pendaki tak hanya berhenti untuk menikmati panorama, tetapi juga bersembahyang, memohon restu, atau sekadar hening di antara desir angin dan embun pagi.
Gunung Catur menyuguhkan lebih dari sekadar perjalanan fisik. Ia adalah ruang kontemplasi, ruang hening, dan ruang belajar. Bagi para pecinta alam, komunitas konservasi, hingga wisatawan spiritual, tempat ini ibarat halaman terbuka yang menyatukan alam, budaya, dan jiwa.
Di tengah laju pembangunan dan keramaian kota, Gunung Catur berdiri sebagai pengingat bahwa alam tak pernah jauh, kita saja yang sering lupa jalan pulang. Jadi, jika kamu sedang mencari tempat untuk menyendiri, merenung, atau sekadar menarik napas lebih dalam, Gunung Catur menunggumu, di balik kabutnya yang selalu setia menyapa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....