Tantangan dan Peran Duta Wisata di Era Modern

  • 15 Apr 2025 05:58 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Era digital telah mengubah lanskap pariwisata secara fundamental. Jejak digital wisatawan, mulai dari unggahan media sosial, ulasan daring, hingga aktivitas pemesanan daring, kini menjadi sumber informasi krusial bagi calon wisatawan lainnya. Namun, fenomena ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengelola pariwisata dan para duta wisata.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Agus Widya Suputra, S.E.M.AP dan Komang Ratna Dewi, Semeton Jegeg Bagus Buleleng 2024 berbagi pandangan mengenai tantangan dan peran duta wisata di era digital, dalam program Podcast, Senin (14/4/2025).

Agus Widya menekankan, jejak digital wisatawan memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, ulasan positif dan konten menarik yang dibagikan wisatawan dapat menjadi promosi gratis yang sangat efektif, menjangkau audiens yang luas secara global.

"Foto dan video yang diunggah wisatawan seringkali lebih otentik dan dipercaya daripada iklan konvensional. Ini adalah aset berharga bagi promosi pariwisata Buleleng," ujarnya.

Namun, Agus Widya juga menyoroti tantangan yang muncul akibat informasi yang tidak akurat atau pengalaman negatif yang dibagikan secara daring. "Satu ulasan negatif dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi merusak citra destinasi. Kita perlu proaktif dalam memantau dan menanggapi umpan balik daring, baik positif maupun negatif," ujarnya menambahkan.

Senada dengan hal tersebut, Jegeg Buleleng 2024, Ratna menyoroti peran penting duta wisata dalam era digital ini. Menurutnya, duta wisata tidak hanya bertugas mempromosikan potensi wisata secara lisan, tetapi juga aktif membangun citra positif Buleleng di dunia maya.

"Kami sebagai Jegeg Buleleng memiliki tanggung jawab untuk menjadi representasi yang baik di platform digital. Berbagi konten yang berkualitas, berinteraksi positif dengan pengikut, dan menjadi sumber informasi yang terpercaya mengenai pariwisata Buleleng," ujar Ratna.

Lebih lanjut, Ratna menambahkan bahwa duta wisata juga perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang etika bermedia sosial dan pentingnya menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. "Kita harus sadar bahwa apa yang kita bagikan secara daring akan menjadi bagian dari jejak digital Buleleng. Oleh karena itu, kehati-hatian dan tanggung jawab sangat penting," ucapnya.

Kedua narasumber juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan duta wisata dalam mengelola jejak digital pariwisata. Dispar Buleleng sendiri telah melakukan berbagai upaya, termasuk pelatihan literasi digital bagi pelaku pariwisata dan duta pariwisata dan budaya, serta aktif memanfaatkan media sosial untuk promosi dan menanggapi isu-isu yang berkembang. Dengan pengelolaan jejak digital yang baik dan peran aktif duta wisata di dunia maya, diharapkan pariwisata Buleleng dapat terus berkembang dan menarik minat wisatawan dari seluruh dunia. Tantangan di era digital memang nyata, namun dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, potensi untuk memanfaatkannya demi kemajuan pariwisata sangatlah besar. (RRI/Ratih)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....