Sejarah Pura Ulun Danu Beratan

  • 06 Nov 2024 16:34 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Mengutip dari Bali, the Island of Beauty, Mohamadi (2012:92), Danau Beratan adalah salah satu objek wisata di daerah Bedugul, Bali. Yang membuat danau ini menjadi unik adalah terdapat Pura Ulun Danu Beratan di tengah danau

Karena lokasinya, pura ini terlihat seolah-olah mengambang di atas air. Hal ini juga yang membuat pura ini didatangi oleh para pengunjung. Selain menikmati keindahannya, pengunjung juga bisa mempelajari sejarah Pura Ulun Danu Beratan

Pura ini dibangun oleh I Gusti Agung Putu pada sekitar tahun Saka 1556 atau 1634 Masehi. Pura Ulun Danu dipelihara oleh empat satakan dari desa-desa di sekitar area ini. Satakan tersebut terdiri dari :

- Satakan Candi Kuning yang mewilayahi 5 bendesa adat

- Satakan Bangah yang mewilayahi 3 bendesa adat

- Satakan Antapan yang mewilayahi 4 bendesa adat

- Satakan Baturiti yang mewilayahi 6 bendesa adat

Kompleks Pura Ulun Danu Beratan Pura Ulun Danu Beratan tersusun atas sejumlah kompleks pura dan stupa.

Berikut adalah beberapa di antaranya :

1. Pura Penataran Agung

Pura Penataran Agung bisa dilihat setelah pengunjung masuk ke kawasan Candi Bentar ke arah Beratan. Pura ini didirikan dengan tujuan untuk memuja Tri Purusa Siwa, yakni Siwa, Sadha Siwa, dan Parama Siwa

2. Pura Dalem Purwa

Pura Dalem Purwa memiliki tiga pelinggih utama di dalamnya, yakni sebagai berikut ;

Pelinggih Dalem Purwa untuk tempat persemayaman Batari Durga dan Dewa Ludra yang dipuja sebagai sumber kemakmuran.

Bale Murda Manik untuk balai pemaruman

Bale Panjang untuk tempat meletakkan upakara.

3. Stupa Buddha

Terdapat satu stupa Buddha di pura ini. Stupa Buddha di sini melambangkan adanya keselarasan dan harmoni beragama. Stupa ini berada di luar area utama kompleks Pura Ulun Danu dan menghadap ke arah selatan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....