Nyoman Puger Olah Sampah Cengkeh Jadi Komoditas Bernilai Tinggi
- 08 Okt 2023 13:02 WIB
- Singaraja
Tangan dingin Nyoman Puger membuat daun-daun cengkeh kering yang tadinya hanya dianggap sampah menjadi minyak cengkeh bernilai ekonomi tinggi.
KBRN, Singaraja: Berawal dari ketidakmampuan kenalannya yang berasal dari Malang, Jawa Timur, untuk mengelola tempat penyulingan cengkeh, Nyoman Puger mulai menekuni penyulingan cengkeh sejak tahun 2005.
Puger mengambil alih pabrik milik kenalannya yang pada tahun 2002 bangkrut karena salah urus manajemen.
Memiliki tiga tungku pembakaran, Puger mengaku bisa menyuling minyak cengkeh sebanyak dua kali dalam sehari. Setidaknya 60 kg bisa dihasilkan oleh tempat penyulingan miliknya selama 24 jam beroperasi.
Tempat penyulingannya hanya beroperasi saat musim kemarau saja. Saat musim hujan, tempat tersebut harus berhenti sementara karena keterbatasan stok daun kering.
“Saya ndak berani nyetok terlalu banyak, karena kadar minyaknya (akan) menurun kalau terlalu lama disimpan,” ucap Puger pada RRI Singaraja, Sabtu (2/9/2023).
Hasil sulingan minyak cengkeh ini biasa dipakai untuk bahan dasar obat, balsem, dan minyak urut. Khusus minyak urut, minyak cengkeh ini biasa dicampur dengan bahan lain agar tak terlalu panas di kulit.
Dijual dalam bentuk mentah, minyak cengkeh milik Puger telah memiliki pasarnya sendiri. Pelanggan yang datang ke pabrik penyulingan beberapa di antaranya bahkan berasal dari Malang dan Surakarta.
Sebelum menjadi minyak cengkeh yang dihargai Rp134 ribu-Rp180 ribu per kilogram, daun-daun cengkeh tersebut harus melewati proses pengolahan yang cukup panjang.
Diambil dari pengepul, daun-daun cengkeh tersebut langsung dimasukkan ke dalam tungku pembakaran.
“Pertama biasanya keluar uap terlebih dahulu, setelah itu baru air bercampur dengan minyak (cengkeh). Karena minyak cengkeh lebih berat daripada air, sehingga dia mengendap di bawah. Pada saat memanen gampang, tinggal memakai sedotang terpisah dah itu air dan minyak cengkehnya,” kata Puger menjelaskan.
Puger berharap tempat penyulingannya ini bisa terus bertahan dari gempuran zaman. Selain itu, ia juga berharap generasi penerusnya bisa meningkatkan kapasitas tungku pembakaran yang ada sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....