Mengapa Kita Sering Terjebak dalam Overthinking?
- 14 Jun 2026 20:37 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pernah nggak sih, tubuh sudah ada di tempat tidur, lampu sudah dimatikan, tapi pikiran masih sibuk ke mana-mana? Memikirkan pekerjaan yang telah terjadi, perkataan seseorang yang terasa mengganjal, keputusan yang sudah diambil, khawatir apakah ucapan kita hari ini tanpa sengaja menyakiti perasaan orang lain, sampai hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi di masa depan.
Kalau iya, mungkin kamu sedang berhadapan dengan sesuatu yang namanya overthinking.
Overthinking bukan sekadar banyak berpikir. Overthinking adalah ketika pikiran terus memutar satu masalah berulang kali tanpa menemukan solusi. Ibarat lagu yang rusak, bagian yang sama diputar terus-menerus hingga membuat kita lelah sendiri.
Bagi sebagian orang, overthinking sering muncul karena mereka peduli. Peduli dengan pekerjaan, hubungan dengan orang lain, masa depan, bahkan ekspektasi terhadap diri sendiri. Mereka ingin melakukan yang terbaik, tidak ingin mengecewakan siapa pun, dan berusaha mempertimbangkan segala kemungkinan. Sayangnya, niat baik itu kadang berubah menjadi beban yang menguras energi.
Sering kali kita membayangkan berbagai skenario yang belum tentu terjadi. Bagaimana kalau aku salah? Bagaimana kalau orang lain tidak suka? Bagaimana kalau hasilnya tidak sesuai harapan? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berdatangan tanpa henti hingga akhirnya membuat hati gelisah.
Padahal kenyataannya, banyak hal dalam hidup memang tidak bisa kita kendalikan.
Kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan berusaha memberikan yang terbaik. Namun setelah itu, ada bagian yang harus kita lepaskan. Tidak semua hal membutuhkan jawaban hari ini. Tidak semua masalah harus selesai malam ini.
Overthinking juga sering membuat kita terlalu keras pada diri sendiri. Kita mudah memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan, tetapi begitu kesalahan itu berasal dari diri sendiri, kita mengulang-ulangnya di kepala seolah tidak boleh gagal sedikit pun.
Padahal menjadi manusia berarti belajar, bertumbuh, dan sesekali melakukan kesalahan.
Ada satu hal yang perlu diingat, yaitu tidak semua pikiran harus dipercaya. Hanya karena sebuah kekhawatiran muncul di kepala, bukan berarti hal itu akan benar-benar terjadi. Pikiran hanyalah pikiran, bukan kenyataan.
Ketika overthinking mulai datang, cobalah kembali ke saat ini. Fokus pada apa yang bisa dilakukan sekarang. Jika masalahnya bisa diselesaikan, buat langkah kecil untuk mengatasinya. Jika belum bisa dikendalikan, mungkin sudah waktunya menyerahkannya kepada waktu dan kepada Tuhan.
Karena sering kali yang membuat kita lelah bukanlah masalah itu sendiri, melainkan pikiran yang terus memutarnya tanpa henti.
Pada akhirnya, hidup tidak selalu harus dipahami semuanya. Ada kalanya kita cukup menjalani, berusaha, lalu percaya bahwa apa yang memang ditakdirkan untuk kita tidak akan tertukar.
Untuk siapa pun yang sedang lelah karena overthinking, semoga segera menemukan ketenangan. Semoga tidak lagi terlalu keras pada diri sendiri, tidak lagi menghabiskan malam untuk memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, dan tidak lagi merasa harus memikul semuanya sendirian. Kamu sudah berusaha sejauh ini. Sekarang, izinkan dirimu beristirahat. Karena terkadang, yang paling dibutuhkan bukan jawaban atas semua pertanyaan, melainkan hati yang tenang untuk menerima bahwa semuanya akan baik-baik saja pada waktunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....