Memahami "Sell Singapore" Menurut Dr. Gema Goeyardi, CAT, CFTe, MFTA, MCFI, ATP

  • 12 Jun 2026 12:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Belakangan ini tagar #SellSingapore ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. Banyak yang mengira ini adalah ajakan untuk memboikot Singapura atau menjual aset yang berkaitan dengan Singapura. Namun, jika melihat narasi yang berkembang dari komunitas pasar modal dan diskusi yang dipopulerkan oleh Dr. Gema Goeyardi, maknanya lebih kompleks daripada sekadar slogan politik atau ekonomi.

Secara sederhana, #SellSingapore adalah bentuk kritik terhadap kondisi di mana sebagian besar nilai ekonomi Indonesia dianggap lebih banyak mengalir dan dihargai di Singapura dibandingkan di Indonesia sendiri. Dalam berbagai diskusi yang beredar, Singapura dipandang sebagai pusat tempat modal, investasi, dan valuasi bisnis Indonesia berkumpul.

Narasi yang muncul adalah:

" Indonesia memiliki sumber daya, pasar, dan pertumbuhan ekonomi. Namun banyak keuntungan finansial justru dinikmati melalui pusat keuangan di Singapura."

Ketika investor menarik dana dari pasar Indonesia dan memindahkannya ke instrumen atau pusat keuangan di Singapura, muncul persepsi bahwa Indonesia kehilangan sebagian potensi pertumbuhan ekonominya. Isu ini menjadi salah satu pemicu diskusi yang ramai di kalangan investor ritel.

Tidak sedikit startup dan perusahaan besar Indonesia yang secara operasional berada di Indonesia tetapi struktur perusahaan induknya berada di Singapura. Hal ini membuat sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa nilai perusahaan Indonesia justru tercatat atau dihimpun di luar negeri.

Meningkatnya nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah juga menjadi bahan diskusi. Bagi sebagian pihak, hal ini dianggap sebagai simbol bahwa kekuatan finansial kawasan lebih terkonsentrasi di Singapura dibandingkan Indonesia.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa ekonomi, #SellSingapore sebenarnya bukan tentang menjual Singapura, melainkan tentang:

  • Mengurangi ketergantungan terhadap pusat keuangan luar negeri.

  • Meningkatkan daya saing Indonesia.

  • Memperkuat pasar modal domestik.

  • Mendorong investor melihat potensi jangka panjang Indonesia.

  • Menjadikan Indonesia bukan hanya produsen nilai, tetapi juga pusat penghargaan nilai tersebut.

Tagar #SellSingapore yang viral saat ini merupakan simbol dari kegelisahan sebagian masyarakat dan investor terhadap hubungan ekonomi Indonesia–Singapura. Di balik slogan yang provokatif tersebut terdapat pesan yang lebih besar, yaitu keinginan agar Indonesia mampu menghargai, membiayai, dan mengembangkan asetnya sendiri tanpa terlalu bergantung pada pusat keuangan luar negeri.

Karena itu, #SellSingapore lebih tepat dipahami sebagai gerakan kesadaran ekonomi dan nasionalisme finansial, bukan sebagai ajakan untuk memusuhi Singapura. Tujuan akhirnya adalah agar Indonesia suatu saat dapat menjadi pusat modal dan investasi regional yang mampu menyaingi bahkan melampaui peran yang selama ini dimainkan oleh Singapore.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....