Moderasi Beragama Jadi Kunci Redam Konflik Sosial di tengah Keberagaman
- 20 Feb 2026 23:23 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Moderasi beragama dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial di tengah masyarakat multikultural. Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Gede Sadiana, mengatakan bahwa konflik sosial kerap muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap nilai toleransi dan keberagaman.
“Konflik sering terjadi karena orang belum memahami tatanan dan nilai-nilai agama secara utuh. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus memberikan pembinaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan moderasi beragama harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan. Di lingkungan Kementerian Agama sendiri, pembinaan dilakukan melalui sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan dan forum kerukunan umat beragama.
Menurutnya, moderasi beragama tidak hanya penting dalam hubungan antarumat beragama, tetapi juga di dalam internal umat itu sendiri. Ia mengingatkan bahwa konflik internal seringkali menjadi pemicu awal ketegangan yang lebih luas.
“Jangan sampai antarumat beragama sudah rukun, tetapi di internal sendiri justru terjadi konflik. Keduanya harus dijaga,” katanya.
Gede Sadiana mengatakan bahwa nilai-nilai ajaran agama seperti kasih sayang, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mencontohkan praktik toleransi di lingkungan masyarakat, seperti saling mengunjungi saat hari raya, berbagi makanan, dan menjaga hubungan baik antar tetangga yang berbeda keyakinan.
“Kalau kita hidup rukun, damai, dan saling menghargai, maka kehidupan akan terasa nyaman. Tetapi jika konflik terjadi, aktivitas sehari-hari pun akan terganggu,” ujarnya.
Gede Sadiana mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penguatan nilai moderasi beragama.
“Marilah kita rajut persaudaraan, saling menghargai dan menghormati, agar Indonesia tetap damai, sejahtera, dan harmonis,” ucapnya.