Air Mata Arsenal Iringi Dominasi Baru PSG Eropa
- 31 Mei 2026 16:34 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Paris Saint-Germain kembali menunjukkan statusnya sebagai kekuatan baru sepak bola Eropa. Klub asal Prancis itu sukses mempertahankan gelar Liga Champions usai mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti pada partai final di Puskás Aréna, Budapest. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan PSG sebagai tim pertama sejak Real Madrid yang mampu meraih gelar Liga Champions secara beruntun di era modern.
Namun di balik pesta kemenangan Les Parisiens, tersimpan kisah berbeda dari kubu Arsenal. The Gunners sebenarnya tampil disiplin dan bahkan mampu unggul lebih dulu melalui gol Kai Havertz pada awal pertandingan. Harapan besar untuk mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub pun sempat berada di depan mata para pendukung Arsenal.
Arsenal juga menorehkan perjalanan yang tidak biasa sepanjang musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta tercatat tidak pernah kalah dalam waktu normal selama kampanye Liga Champions 2025/2026. Mereka berhasil melewati berbagai lawan kuat dengan konsistensi permainan yang membuat banyak pihak menilai Arsenal layak menjadi juara.
Sayangnya, sepak bola tidak selalu menghadirkan akhir yang sesuai harapan. Setelah PSG menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembélé, pertandingan berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu. Adu penalti akhirnya menjadi penentu, dan kegagalan dua eksekutor Arsenal membuat mimpi klub asal London Utara tersebut kembali tertunda.
Kekalahan itu meninggalkan luka mendalam bagi Arsenal. Mikel Arteta mengakui rasa kecewa yang dirasakan timnya setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi. Meski demikian, sang pelatih meminta para pemain menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan bakar untuk bangkit dan kembali bersaing pada musim mendatang.
Sementara itu, PSG justru semakin mempertegas era kejayaannya. Di bawah arahan Luis Enrique, klub tersebut tidak hanya mempertahankan trofi, tetapi juga memperlihatkan mental juara ketika menghadapi tekanan pada laga terbesar musim ini. Saat para pemain PSG merayakan keberhasilan di Budapest, Arsenal harus pulang dengan pelajaran berharga bahwa jarak antara kejayaan dan kekecewaan kadang hanya ditentukan beberapa tendangan dari titik penalti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....