Delapan Klub Indonesia Lolos Penuh Lisensi ACL 2 Musim 2025/2026

  • 15 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 pada 13 Mei 2026 melalui unggahan Instagram resmi @ileague.id, Jumat 15 Mei 2026. Proses lisensi ini dilakukan untuk meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia melalui evaluasi lima aspek utama, yaitu sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, dan financial. Penilaian tersebut dilakukan melalui lebih dari 40 indikator yang menjadi syarat dalam proses club licensing.

Dalam hasil yang diumumkan, terdapat delapan klub yang berhasil mendapatkan status Granted atau lolos penuh untuk lisensi ACL 2 (Asian Champions League 2). Klub-klub tersebut yakni PSM Makassar, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta. Status tersebut menunjukkan klub dinilai memenuhi standar penuh untuk mengikuti kompetisi level Asia.

Selain klub yang lolos penuh, terdapat delapan klub lainnya yang mendapatkan status Granted with Sanctions. Klub tersebut meliputi Bhayangkara FC, Bali United, Arema FC, Malut United, Semen Padang, Persis Solo, Madura United, dan Persijap Jepara. Status tersebut berarti klub masih mendapatkan catatan atau sanksi tertentu yang perlu diperbaiki dalam proses evaluasi lisensi.

Pada lisensi Super League, sebanyak 25 klub dinyatakan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh I.League. Namun, PSBS Biak dilaporkan menjadi satu-satunya klub Super League yang gagal lolos pada siklus kali ini. Sementara itu, untuk lisensi Liga Nusantara terdapat empat klub yang memperoleh status Granted, yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.

Competition Director Of I.League, Asep Saputra menegaskan bahwa club licensing bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi semata. Menurutnya, proses ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. “Club Licensing bukan sekedar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujar Asep Saputra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....