Erick Thohir Tunda Penunjukan Pelatih Demi Reputasi PSSI

  • 26 Okt 2025 06:45 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Jakarta: Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, langkah mencari pelatih baru Tim Nasional Indonesia tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memulihkan kembali kepercayaan komunitas sepak bola internasional terhadap Indonesia, setelah dua peristiwa yang berdampak pada reputasi federasi.

Peristiwa pertama yakni pengakhiran kerja sama lebih awal dengan tim kepelatihan Patrick Kluivert dan kawan-kawan, yang menuai kecaman publik usai kegagalan Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Peristiwa kedua, lanjut Erick, munculnya pemberitaan hoaks di sejumlah media nasional tentang keluarnya Jepang, Korea, dan Irak dari AFC. Berita tersebut tidak memiliki sumber valid namun menyebar luas hingga menjadi perhatian pejabat dan media AFC.

“Yang pasti, tidak mudah dan tidak bisa buru-buru mencari pelatih karena kondisi ini. Saya harus sosialisasi ke sepak bola internasional tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan berusaha meraih kembali kepercayaan komunitas sepak bola dunia terhadap kita,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Erick menilai, dua peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa reputasi sepak bola nasional tidak hanya dibangun dari performa di lapangan, tetapi juga melalui integritas dan komunikasi publik yang baik.

“Ini pelajaran buat kita semua. Kita harus hati-hati. Kepercayaan internasional tidak datang begitu saja. Harus dijaga dan dibangun. Karena itu, saya tidak mau asal cepat menunjuk pelatih. Kita harus bangun dulu kepercayaan itu secara bertahap untuk bisa dapatkan pelatih Timnas,” pungkas Erick Thohir.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang turut mendampingi Erick menjelaskan, pemberitaan tidak benar itu menimbulkan banyak pertanyaan dari anggota AFC ketika delegasi Indonesia menghadiri AFC Awards di Riyadh, Arab Saudi, pekan lalu.

“Teman-teman media ingat, AFC media sangat memantau pemberitaan di tanah air. Kami di Riyadh dicecar oleh anggota AFC dan media mereka soal kevalidan berita itu. Mereka heran dan mempertanyakan sumbernya, karena menilai media di Indonesia menyebarkan berita tidak benar,” ucap Yunus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....