Erick Thohir Tegaskan Pencarian Pelatih Timnas Tak Tergesa
- 26 Okt 2025 06:41 WIB
- Singaraja
KBRN, Jakarta: Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa proses pencarian calon pelatih baru Tim Nasional Indonesia tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, keputusan penting seperti ini harus melalui tahapan yang terukur agar tidak kontraproduktif terhadap pembangunan sepak bola nasional.
“Mencari pelatih timnas itu tidak mudah dan tidak bisa buru-buru. Ada banyak faktor yang harus kami pertimbangkan. Saya tidak mau langkah ini justru kontraproduktif,” ujar Erick Thohir saat jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Erick menegaskan, dirinya sangat terbuka terhadap berbagai masukan dari publik. Namun ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan opini atau spekulasi yang tidak berdasar, termasuk isu mengenai pelatih asal Belanda, Luis van Gaal.
“Saya terbuka terhadap informasi, tapi jangan beropini atau membuat spekulasi. Misalnya soal Luis van Gaal—itu hoaks. Akhirnya jadi tidak sehat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama Sekjen PSSI Soemardji, Badan Tim Nasional (BTN), dan Direktur Teknik Alexander Zwiers. Proses pencarian pelatih akan dilakukan secara sistematis oleh BTN dan Direktur Teknik sebelum dibahas dalam rapat bersama Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
“BTN dan Direktur Teknik akan melakukan pencarian dan menyusun daftar calon. Setelah itu, mereka akan melaporkan hasilnya kepada saya, dan kemudian kita bahas bersama Exco untuk memutuskan,” jelasnya.
Menurut Erick, pengalaman bersama dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, menjadi bahan evaluasi penting bagi federasi.
“Kekurangan dan kelebihan STY dan PK kita jadikan evaluasi. Keduanya sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kita pelajari agar ke depan makin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, PSSI kini memiliki blueprint pengembangan sepak bola nasional yang berjenjang dari tim U-20, U-23, hingga senior. Karena itu, pelatih baru harus mampu memahami sistem pembinaan yang berkesinambungan.
“Tidak mudah mencari pelatih yang cocok dengan strata kepelatihan nasional yang sudah kita rancang. Kita ingin pelatih yang bisa membina dari U-20, U-23 hingga senior,” katanya.
Erick juga menegaskan bahwa selama masa kepemimpinan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, federasi telah memberikan dukungan terbaik. Namun, ia mengakui bahwa sepak bola selalu memiliki dinamika hasil yang harus diterima dengan lapang dada.
“Sepak bola itu ada naik-turunnya. Ada hasil yang memuaskan, ada juga yang tidak favorable. Tapi saya sudah bersikap gentleman, meminta maaf kepada Presiden Prabowo dan masyarakat setelah kegagalan di babak kualifikasi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....