Bank Indonesia Edukasi Guru Soal Cinta dan Paham Rupiah

  • 18 Sep 2024 15:14 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Negara : Ratusan guru dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Jembrana, Rabu (18/9/2024) mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) bertajuk "Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah". Kegiatan yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali ini bertujuan untuk mengedukasi para guru agar dapat menyampaikan pengetahuan tentang rupiah kepada para siswa.

Pelatihan yang berlangsung di Universitas Triatma Mulya ini dibuka secara resmi oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 200 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Jembrana.

Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H Panjaitan, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, tentang pentingnya mengenal dan merawat mata uang rupiah. Salah satu tujuan utama adalah mencegah peredaran uang palsu di masyarakat.

"Setelah guru mendapatkan edukasi ini, mereka diharapkan dapat mengajarkan kepada siswa bagaimana membedakan uang asli dan palsu. Ini akan mengurangi peredaran uang palsu di masyarakat," kata Linda.

Linda juga menambahkan, selain pemahaman mengenai uang palsu, penting untuk mengajarkan cara merawat uang agar masa edarnya lebih lama.

“Jika masyarakat bisa merawat uang dengan baik, maka jumlah uang yang dimusnahkan akan berkurang, yang secara langsung akan mengurangi biaya pencetakan uang baru,” ujarnya.

Menurut Linda, perawatan uang rupiah adalah bagian dari menjaga simbol kedaulatan negara.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menyambut baik inisiatif Bank Indonesia ini. Ia menilai bahwa edukasi tentang rupiah sangat relevan dengan tugas pendidik dalam membentuk pemahaman siswa.

“Ini adalah tugas penting para guru untuk menyampaikan pengetahuan tentang mata uang kita. Pelatihan ini sangat tepat dan bisa menyasar banyak guru yang akan meneruskan edukasi kepada siswa,” kata Tamba.

Ia juga menekankan bahwa cinta dan pemahaman terhadap mata uang rupiah adalah bentuk nyata dari cinta kepada bangsa.

"Mengajarkan cinta kepada rupiah sejak dini adalah bagian dari membangun rasa cinta tanah air. Ini sejalan dengan kurikulum merdeka belajar dan profil Pelajar Pancasila," ujarnya.

Bupati berharap para guru yang mengikuti ToT ini akan meneruskan materi yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya melalui pertemuan-pertemuan gugus.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini. Guru-guru yang sudah mengikuti ToT diharapkan menjadi narasumber dan instruktur untuk menyebarkan pengetahuan ini di kelompok-kelompok mereka," ucapnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang mata uang rupiah di kalangan pelajar, serta memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat dan menghormati simbol kedaulatan negara tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....