Gangguan Hama Tikus pada Tanaman Padi
- 17 Jul 2024 14:10 WIB
- Singaraja
KBRN,
Singaraja: Tanaman padi, yang identik dengan beras, merupakan komoditas
strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap sosial, ekonomi, dan politik.
Namun, dalam proses produksi beras, seringkali muncul kendala, salah satunya
adalah gangguan hama tikus yang dapat menyebabkan gagal panen jika tidak segera
dikendalikan.
Hama tikus menyerang tanaman padi sejak di persemaian hingga gabah masuk gudang. Jika petani tidak tanggap terhadap gejala serangan hama dan jarang mengontrol tanaman padinya, kerugian besar bisa terjadi.
Pengendalian hama tikus sebaiknya dilakukan sebelum tanaman padi ditanam, karena metode ini lebih efektif. Saat tanaman belum ada, hama tikus tidak memiliki pilihan makanan. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis maupun kimia.
Salah satu cara efektif adalah dengan menanam kacang panjang bersamaan dengan padi. Dengan metode ini, hama tikus lebih tertarik pada tanaman kacang panjang, terutama yang sudah berbiji, sehingga tanaman padi relatif aman. Sekitar 30 persen tanaman kacang panjang akan dimakan tikus, namun padi akan terhindar dari serangan.
Selain itu, program pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng mengembangkan sistem pengendalian hama tikus dengan memelihara burung hantu. Mereka membangun Rumah Burung Hantu (Rubuha) yang bertujuan untuk menyelamatkan hasil pertanian, menjaga stabilitas harga beras di pasar, dan memastikan ketersediaan beras bagi petani, serta mengantisipasi impor beras akibat kurangnya produksi dalam negeri.
Dengan kesadaran dan tindakan siaga dari petani dalam menjaga tanaman padi, diharapkan hasil panen akan maksimal. Penggunaan teknologi terbaru dalam pengendalian hama tikus bisa menjadi kunci untuk meningkatkan produksi beras domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor, bahkan memungkinkan ekspor beras di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....