Kariyasa Adnyana Minta Rabies Segera Ditangani

  • 01 Nov 2022 10:49 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menyoroti kasus gigitan anjing di Kabupaten Buleleng, Bali yang kembali menelan korban jiwa. Wakil rakyat daerah pemilihan Provinsi Bali itu menyampaikan rasa duka yang mendalam dan keprihatinan atas kasus yang merenggut nyawa warga Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng beberapa hari lalu.

Ia pun meminta pemerintah untuk segera bertindak, yakni dengan mendesak agar segera dilakukan penanganan jika terjadi gigitan hewan penular rabies (HPR).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu usai hadir melaksanakan safari Kesehatan di Buleleng, meminta instansi terkait untuk turun melakukan vaksinasi kepada anjing peliharaan warga. Baginya rabies di Bali merupakan preoritas untuk segera ditangani karena berkaitan dengan isu kesehatan yang beririsan dengan pariwisata.

“Rabies ini sangat berbahaya. Jika ini merebak maka bakal berdampak terhadap kualitas pariwisata kita. Apalagi saat ini momen Presidensi G20. Ini perlu penanganan segera baik instansi dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pertanian penyedia vaksin rabies untuk HPR,” terangnya, Selasa (1/11/2022).

Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana meminta penanganan rabies menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya dibebankan kepada pemerintah melainkian dukungan masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing diharapkan tidak hanya divaksin berkala melainkan juga diminta untuk tidak melepas liarkan.

“Dibali anjing banyak dilepas liarkan. Ini menjadi salah satu penyebab merebak rabies. Masyarakat harus bertanggung jawab terhadap peliharaan dengan tidak melepas begitu saja,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua oran warga asal Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, meninggal dunia usai sempat digigit anjing. Keduanya meninggal di bulan yang sama, Oktober 2022.

Kasus pertama, seorang anak usia 7 tahun dari desa yang meninggal dengan status suspek rabies di IGD Rumah Sakit Umum (RSU) Paramasidhi Singaraja, Rabu (12/10/2022). Bocah tersebut sebelumnya digigit anjing peliharaan milik tetangganya pada 19 September 2022.

Kasus kedua, seorang pria di Desa Tirtasari bernama Nyoman Yordaya (57) juga meninggal dengan status suspek rabies, Rabu (26/10/2022). Pria tersebut sebelumnya sempat digigit anjing tetangga. Bahkan, korban langsung membunuh anjing tersebut setelah dirinya digigit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....