Gandeng Made Taro, IDEP Foundation Dorong Konservasi Air di Bali
- 20 Apr 2024 11:26 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Dalam upaya menjawab tantangan serius yang dihadapi Bali terkait krisis air, Yayasan IDEP Selaran Alam berkolaborasi dengan pendongeng alam dan manusia terkenal, Made Taro. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam upaya pelestarian sumber daya air di Pulau Dewata.
Kegiatan edukasi dimulai dari SDN 4 Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng pada Sabtu (20/4/2024) dengan rencana ekspansi ke delapan sekolah lain di Wilayah Imbuhan Utama, sesuai hasil riset bersama Politeknik Negeri Bali (PNB).
"Sembilan sekolah tersebut tersebar di sembilan kabupaten. Kami berharap anak-anak bisa mengenal isu krisis air melalui narasi yang sederhana dan dongeng yang membangun imajinasi. Meskipun aksi-aksi kecil, kami berharap konsistensinya dilakukan sejak dini," ujar Putu Suryawan Nadi, Koordinator Program Yayasan IDEP.
Ia mengatakan, krisis air di Bali telah diperparah oleh perubahan iklim dan pertumbuhan industri pariwisata yang tidak terkendali. Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan yang mengancam ketersediaan air tanah di pulau Bali.
Yayasan IDEP berusaha mengatasi masalah ini dengan mengadakan kegiatan sosialisasi sumur pemanen air hujan dan penanaman pohon di Pura Desa/ Puseh Desa Munduk, Banjar, Buleleng.
Melalui program Bali Water Protection (BWP) dengan dukungan dari Save the Children Indonesia, Yayasan IDEP terus memperkuat komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat terkait manajemen sumber daya air di Provinsi Bali.
Kegiatan pendidikan dan advokasi di sekolah-sekolah di Wilayah Imbuhan Utama menjadi sangat penting. Yayasan IDEP bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya konservasi air dan lingkungan hidup secara menyeluruh.
Diskusi tentang ketersediaan air di Bali masih berlanjut hingga hari ini. Suryawan mengajak generasi muda, terutama anak-anak dan remaja, untuk mengenali kondisi lingkungan mereka. Setelah memahami, generasi muda diharapkan mampu menjaga dan merawat, bahkan memastikan keberlangsungan ketersediaan air baik di permukaan maupun di dalam tanah.
"Generasi yang konsisten memperhatikan hal tersebut dan bersungguh-sungguh dalam tindakan akan merasakan dampak positif terhadap keberlangsungan dan ketersediaan air, yang merupakan unsur penting dalam kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem bumi," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....