Kawasan Kumuh di Buleleng Mencapai 81,58 Hektare

  • 21 Nov 2023 17:59 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Berdasarkan data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Buleleng, tercatat ada enam kawasan dengan luas 81,58 Hektare (ha) yang teridentifikasi kumuh. Data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng, tentang Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Ni Nyoman Surattini mengatakan, enam lokasi tersebut antara lain, Kelurahan Kampung Anyar dengan luas 18,56 ha; Seririt 17,69 ha; Penarukan 14,82 ha; Kampung Baru 10,82 ha; Desa Sepang 12,4 ha; dan Desa Gerokgak dengan luas 7,29 ha. Penentuan wilayah kumuh itu mengacu pada tujuh indikator, meliputi keteraturan bangunan, kemudian kondisi jalan, pengelolaan sampah, drainase, ketersediaan air bersih dan listrik, serta proteksi kebakaran.

"Kita sudah membina masyarakat bagaimana pencegahan kawasan kumuh biar tidak meluas. Pencegahan kumuh sebenarnya tidak dinas kita saja, ada Dinas Lingkungan Hidup, PUTR, dan Damkar. Jadi kita integrasi sesuai fungsinya masing-masing," ujar Surattini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/11/2023).

Lebih lanjut orang nomor satu di Disperkimta Buleleng itu menerangkan, luasnya kawasan kumuh membuat penanganan harus dikerjakan secara kolaboratif bersama stakeholders terkait. Pada tahun 2024 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan membantu penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Kampung Baru, dengan total anggaran sebesar Rp 3 miliar sesuai Detail Engineering Design (DED).

"Kita dapat bantuan penanganan kumuh dari dana provinsi, akan mendapat perbaikan jalan, dan beberapa perbaikan rumah tidak layak huni," katanya menambahkan.

Untuk diketahui, sejauh ini Disperkimta telah berusaha melakukan penanganan terhadap kawasan kumuh di Gumi Den Bukit. Upaya itu ditunjukkan dengan melakukan bedah rumah di lingkungan kawasan kumuh, perbaikan ruas jalan, hingga perbaikan drainase.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....