Pengenalan Alat Musik Rebab Bali Kepada Seniman Buleleng
- 09 Nov 2023 17:02 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Rebab adalah satu-satunya alat musik gesek tradisional khas Bali yang biasanya diperuntukan sebagai pemanis dan pelembut irama gamelan. Namun eksistensinya di Buleleng sendiri, Rebab menjadi salah satu alat musik yang kurang diminati, karena tempo gamelan Buleleng yang terkenal keras dan dinamis.
Menyikapi hal itu, Prof. Dr. Pande Made Sukerta, S. Kar., M.Si yang merupakan Dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng melaksanakan Workshop Pembelajaran Rebab Bali kepada 25 sekaha gong se-Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Wantilan Sasana Budaya Singaraja, Kamis (9/11/2023).
Prof. Sukerta menyebutkan alat musik rebab pertama kali dikenalkan di tahun 1920-an yang digunakan untuk penghargaan arja serta semar pegulingan, namun sekarang menurutnya alat musik ini semakin ditinggalkan dan sepi peminat. Maka dari itu Workshop ini gelar untuk mengembangkan kembali Rebab di Bali khususnya Buleleng dengan menekankan teknik cara memainkannya.
“Makanya saya harapan saya nanti rebab ini mau saya berikan pada peserta workshop supaya dia bisa menularkan pada orang lain dan mudah-mudahan tahun mendatang ada yang mendukung lagi. Ini perlu ditingkatkan lagi saya koordinasi dengan bapak Kadis kebudayaan bila perlu kita mengadakan komunitas rebab artinya suatu saat kapanpun bisa dilakukan,” ucapnya.

Sebagai orang asli Buleleng, Prof. Sukerta menuturkan Rebab Bali ini akan terus gencar dikembangkan kembali. Ia pun berencana untuk melahirkan seniman-seniman rebab di Bali. Pihaknya pun meyakini tidak ada sulit untuk dipelajari asal tekun dan memainkannya dengan hati.
“Mari kita menyiapkan SDM rebab itu lewat Buleleng, siapa tahu tadi ngomong-ngomong dari Bangli, Dinas Kebudayaan siapa yang tertarik saya siap menjadi narasumber. Memang Rebab itu memainkannya agak sedikit perbedaan dengan alat lain kalau kendang itu dipukul dia bunyi, tapi kalau rebab itu kalau di hati kurang ya kurang,” kata Sukerta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng, Drs. I Nyoman Wisandika menyampaikan ucapan terima kasih kepada ISI Surakarta karena telah menginisiasi pembelajaran tersebut. Ia berharap selama tiga hari kedepan para peserta dapat memanfaatkan dengan baik pembelajaran ini, sehingga bisa melahirkan pemain rebab bali di Kabupaten Buleleng.
“25 org dari sanggar, komunitas dan sekahaa ini bisa selama 3 hari memainkan rebab diajarkan tekniknya langsung. Saya harapkan juga tidak hanya terhenti sampai disini, ini bisa ditularkan ke teman-teman lain sehingga banyak pemain rebab bali di buleleng,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wisandika mengungkapkan untuk di Buleleng Rebab Bali memang jarang peminat, jika dibandingkan dengan Bali Selatan. Hal ini tentu menurutnya menjadi momen yang baik untuk pengembangan kembali Rebab Bali di Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....