Memahami Tri Rna dari Orang Tua hingga Alam

  • 07 Okt 2026 07:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjalani kehidupan tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan diri sendiri. Dalam ajaran Hindu, manusia juga memiliki kewajiban untuk menghormati dan membalas berbagai pemberian yang memungkinkan dirinya hadir dan menjalani kehidupan. Kesadaran tersebut menjadi bagian dari konsep Tri Rna yang mencakup kewajiban kepada Tuhan, leluhur, dan para guru.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Kadek Satria, mengatakan salah satu bentuk penerapan Tri Rna yang paling dekat dengan kehidupan anak muda adalah bagaimana memperlakukan orang tua. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting karena menjadi perantara hadirnya manusia ke dunia. Karena itu, penghormatan kepada orang tua tidak hanya menjadi persoalan hubungan keluarga, tetapi juga bagian dari penerapan nilai keagamaan.

“Kalau kamu mencari Tuhan keluar, mencari Tuhan ke pura, mencari Tuhan ke tempat-tempat suci, abadikan dulu Tuhanmu yang paling nyata dan bisa kamu lihat. Siapa itu? Orang tua,” ujar Kadek Satria dalam obrolan SPADA, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan Pitra Rna berkaitan dengan kewajiban kepada leluhur dan orang tua, sedangkan Dewa Rna berkaitan dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan. Dalam penerapannya, manusia dapat menjalankan kewajiban tersebut melalui Panca Yadnya. Sementara Rsi Rna diwujudkan melalui penghormatan kepada para guru dan upaya menjalankan ajaran serta nasihat yang telah diberikan. Dengan demikian, Tri Rna tidak hanya berkaitan dengan ritual, tetapi juga perilaku sehari-hari.

Kadek Satria juga mengingatkan bahwa kewajiban manusia tidak berhenti pada hubungan dengan Tuhan, orang tua, dan guru, tetapi juga berkaitan dengan alam. Menurutnya, alam telah memberikan berbagai kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia sehingga sudah seharusnya manusia menjaga dan merawat lingkungan. Kesadaran tersebut menjadi semakin penting di tengah berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini.

“Alam sudah memberikan sesuatu yang sangat sempurna bagi kita. Ayo kita jawab itu dengan rasa syukur, dengan berterima kasih dengan menjaga, merawat alam ini bagaikan merawat diri kita sendiri,” kata Kadek Satria.

Ia mengatakan pemahaman Tri Rna pada akhirnya perlu diwujudkan melalui karakter dan tindakan nyata. Manusia tidak cukup hanya mengetahui ajaran, tetapi perlu memperbaiki pikiran, perkataan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi generasi muda, penerapan tersebut dapat dimulai dari menghormati orang tua, menghargai guru, menjaga hubungan dengan sesama, serta merawat alam. Dengan begitu, Tri Rna tidak berhenti sebagai pengetahuan atau tradisi, tetapi benar-benar menjadi pegangan hidup yang diterapkan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....