Tri Rna, Pegangan Hidup Anak Muda di Era Modern
- 07 Okt 2026 07:49 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tri Rna dalam ajaran Hindu tidak hanya dipahami sebagai konsep keagamaan yang perlu dihafalkan, tetapi juga menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan. Konsep tersebut mengajarkan manusia untuk menyadari adanya kewajiban atau hutang kehidupan kepada Tuhan, leluhur, dan para guru yang telah memberikan kehidupan serta pengetahuan.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Kadek Satria, mengatakan kehidupan manusia pada dasarnya merupakan pemberian yang harus disadari dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kesadaran tersebut menjadi dasar munculnya Tri Rna yang terdiri atas Dewa Rna, Pitra Rna, dan Rsi Rna.
“Jadi hidup kita ini atas dasar hutang. Hutang inilah kemudian disebut dengan Rna. Ada tiga, yang pertama itu adalah Dewa Rna, kemudian Pitra Rna dan yang terakhir adalah Rsi Rna,” ujar Kadek Satria dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Singaraja pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia menjelaskan Dewa Rna merupakan kewajiban manusia kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan. Sementara Pitra Rna berkaitan dengan kewajiban kepada leluhur, terutama orang tua yang menjadi perantara manusia hadir ke dunia. Adapun Rsi Rna merupakan kewajiban kepada para guru dan orang-orang yang memberikan pengetahuan serta tuntunan kehidupan. Ketiga bentuk kewajiban tersebut kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan Panca Yadnya sesuai dengan maknanya masing-masing.
Kadek Satria mengatakan pemahaman terhadap Tri Rna penting bagi generasi muda karena kehidupan saat ini berlangsung dalam situasi yang serba cepat. Anak muda menghadapi berbagai tuntutan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, pertemanan, hingga arus informasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, bukan justru membuat seseorang melupakan nilai dan tanggung jawab dalam kehidupan. “Tri Rna ini sesungguhnya adalah tradisi yang kemudian menjadi pegangan hidup kita. Jadi bukan hanya sekadar tradisi, tetapi pegangan hidup yang ditradisikan,” kata Kadek Satria.
Ia menambahkan penerapan Tri Rna sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati dan memuliakan orang tua, menghargai guru, menjaga hubungan dengan sesama, serta merawat alam merupakan bagian dari upaya menjalankan nilai tersebut. Menurutnya, manusia juga perlu memperbaiki tiga hal utama dalam dirinya, yaitu pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dengan memahami Tri Rna secara lebih mendalam, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal istilahnya, tetapi mampu menjadikannya pedoman untuk membangun karakter dan menjalani kehidupan secara lebih bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....