PMI Buleleng Ajak Masyarakat Waspadai Kebakaran
- 07 Okt 2026 07:42 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- PMI Kabupaten Buleleng mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
- Kelalaian seperti penggunaan dupa tanpa pengawasan, membakar sampah, dan membuang puntung rokok sembarangan menjadi pemicu utama kebakaran.
- Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng Made Pasak Yasa menekankan pentingnya masyarakat untuk memperhatikan bahan-bahan mudah terbakar dan memastikan sumber api benar-benar padam.
RRI.CO.ID, Singaraja - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran. Sejumlah kejadian dapat dipicu kelalaian, seperti penggunaan dupa tanpa pengawasan, membakar sampah, dan membuang puntung rokok sembarangan.
Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng Made Pasak Yasa mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan bahan-bahan yang mudah terbakar di lingkungan rumah serta memastikan sumber api telah benar-benar padam.
“Bahan-bahan yang mudah terbakar kadang-kadang kita stok BBM di rumah. Ini juga berbahaya. Kemudian kalau menyalakan dupa, kalau bisa ada pendamping supaya setelah selesai bisa dimatikan” ujarnya.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah ketika angin kencang karena api dapat dengan cepat menyebar. Penggunaan rokok di tempat terbuka juga perlu diperhatikan agar puntung yang masih menyala tidak menjadi sumber kebakaran.
“Kami mohon pada masyarakat, janganlah kalau ada angin kencang membuang sampah. Sekarang perda juga ada, tidak boleh membakar sampah. Yang kedua bisa kebakaran” ucapnya.
Sementara itu, Satgana PMI Kabupaten Buleleng Made Dibyananta Wiguna mengatakan, kondisi alam yang kering dan angin kencang dapat memperbesar risiko kebakaran. Kelalaian manusia juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
“Rasanya tidak mungkin sekali kalau kebakaran itu terjadi karena faktor alam. Karena memang alam itu mendukung terjadinya api, dengan angin yang lumayan kencang saat ini dan juga bagaimana situasi masyarakat yang kadang human error membuang sampah atau rokok” ujarnya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, PMI juga membina relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat atau SIBAT di desa. Relawan dibekali pengetahuan untuk mengantisipasi bencana dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
“Kalau di desa namanya SIBAT, Siaga Bencana Desa, termasuk kebakaran. Semuanya bencana. Jadi mereka sudah diajarkan bagaimana antisipasi terjadi bencana di desanya dan siapa yang dihubungi” katanya.
PMI mendorong masyarakat memperkuat pencegahan dan bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran serta unsur kebencanaan lainnya. Edukasi dan kesiapsiagaan dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat serta mencegah api meluas.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....