Petani Durian Buleleng Dorong Penerapan Budidaya "Off-Season" untuk Jaga Harga
- 05 Okt 2026 18:42 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Petani dapat mengelola waktu pembungaan tanaman melalui perubahan pola budidaya untuk memperpanjang masa pemasaran durian.
- Teknologi budidaya off-season memungkinkan petani durian mengatur waktu produksi buah tidak bergantung sepenuhnya pada musim panen raya.
- Panen durian bersamaan menyebabkan persaingan tinggi antarpedagang dan mengakibatkan penurunan harga di pasaran.
RRI.CO.ID, Singaraja - Petani durian memiliki peluang memperpanjang masa pemasaran melalui penerapan teknologi budidaya off-season. Teknik tersebut memungkinkan waktu produksi buah diatur agar tidak sepenuhnya bergantung pada musim panen raya. Hal tersebut disampaikan Dewa Putu Arta Jaya atau yang akrab disapa De Tu dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Singaraja, Senin, 5 Oktober 2026.
De Tu, yang juga dosen agroteknologi Universitas Panji Sakti (Unipas) ini menjelaskan, saat panen durian berlangsung bersamaan, jumlah buah di pasaran meningkat sehingga persaingan antarpedagang semakin tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat harga mengalami penurunan. Untuk itu, petani dapat mengatur waktu produksi melalui perubahan pola budidaya. Salah satu caranya adalah mengelola bunga ketika tanaman memasuki fase pembungaan.
“Untuk teknologi off-season itu bisa kita lakukan dengan cara mengganti pola budidaya kita,” ucap De Tu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila petani ingin menggeser waktu panen, bunga dapat dirontokkan terlebih dahulu. Setelah satu hingga dua bulan, tanaman kembali diarahkan untuk menghasilkan bunga melalui pemupukan, pengendalian penyakit dan pola budidaya yang tepat. Dengan cara tersebut, waktu panen dapat digeser sehingga produksi tidak hanya berlangsung pada musim utama.
De Tu mengaku telah menerapkan teknik tersebut dan berhasil menghasilkan buah durian pada Maret hingga Mei, saat periode tersebut berada di luar musim panen utama.
“Jadi saat orang-orang gak punya durian, kita punya,” ujarnya.
Meski demikian, De Tu menyebut penerapan off-season membutuhkan biaya dan perawatan lebih tinggi di awal. Petani juga dituntut mampu memasarkan produknya secara langsung agar keuntungan dari produksi di luar musim dapat dimaksimalkan. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi petani untuk memiliki posisi tawar yang lebih baik karena ketersediaan buah di pasar sedang terbatas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....