Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar, Pemkab Buleleng Usulkan Bus Sekolah ke Kemenhub
- 05 Okt 2026 10:55 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemkab Buleleng mengusulkan tambahan bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan untuk mendukung keselamatan dan mobilitas pelajar.
- Usulan bus sekolah bertujuan mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak sekolah sekaligus menekan risiko kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.
- Kementerian Perhubungan telah memberikan respons positif terhadap usulan Pemkab Buleleng untuk alokasi bantuan bus sekolah.
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, mengusulkan tambahan bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendukung keselamatan dan mobilitas pelajar. Usulan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak sekolah sekaligus membantu menekan risiko kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan usulan bus sekolah tersebut telah mendapat respons positif dari Kementerian Perhubungan. Pemkab Buleleng berharap bantuan bus dapat kembali dialokasikan untuk mendukung kebutuhan transportasi pelajar di daerah.
“Kita dapat respons positif. Ya, mudah-mudahan kita dapat,” ujar Sutjidra, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Sutjidra, bus sekolah juga diperlukan karena kondisi kendaraan yang tersedia saat ini dinilai kurang sesuai untuk menjangkau sejumlah wilayah. Pemkab Buleleng berharap mendapatkan bus dengan ukuran yang lebih kecil sehingga lebih lincah melayani kawasan perkotaan maupun akses menuju wilayah tertentu.
Buleleng sebelumnya pernah mendapatkan bantuan sebanyak 12 bus sekolah pada 2017. Pengadaan tambahan bus diharapkan dapat memperluas layanan transportasi pelajar dan menjadi bagian dari upaya mencegah anak-anak menggunakan sepeda motor ke sekolah.
Selain bus sekolah, Pemkab Buleleng juga mengusulkan penambahan fasilitas keselamatan lalu lintas, termasuk pengaman jalan dan lampu lalu lintas di sejumlah titik. Pengaman jalan dinilai penting terutama pada jalur dengan kondisi curam, seperti kawasan dari Bedugul menuju Lovina dan Seririt.
Sutjidra mengatakan sejumlah persimpangan di Buleleng masih membutuhkan lampu lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas.
“Lampu lalu lintas kita masih kurang sekali. Banyak kemacetan-kemacetan di perempatan-perempatan itu karena tidak ada lampu lalu lintas,” katanya.
Pemkab Buleleng akan menindaklanjuti usulan tersebut bersama pemerintah pusat. Selain transportasi pelajar, dukungan terhadap fasilitas keselamatan jalan diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....