Lampaui Target Nasional, Inflasi Bali Capai 3,79 Persen pada September 2026
- 05 Okt 2026 08:42 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Inflasi tahunan Bali pada September 2026 mencapai 3,79 persen, melampaui batas atas target nasional sebesar 3,5 persen (2,5 persen plus minus 1 persen).
- Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengumumkan lonjakan inflasi ini didorong oleh kenaikan harga kelompok pengeluaran pokok, terutama makanan, minuman, dan transportasi.
RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 3,79 persen pada September 2026. Angka ini melampaui batas atas rentang sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, dalam rilis Berita Resmi Statistik di Denpasar, Kamis, 1 Oktober 2026, menyatakan bahwa lonjakan inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran pokok, terutama makanan, minuman, dan transportasi.
"Ini yang kedua kalinya (melampaui target). Di bulan Februari yang lalu juga sempat melampaui 3,5 persen akibat pengaruh kenaikan harga BBM. Untuk bulan September ini, pendorong utamanya adalah bensin, cabai rawit, dan daging ayam ras," ungkap Agus.
Berdasarkan data BPS Bali, secara year on year, komoditas bensin menyumbang andil inflasi terbesar yakni 0,42 persen dengan tingkat inflasi mencapai 8 persen secara tahunan. Sementara itu, komoditas cabai rawit mencatatkan lonjakan harga paling ekstrem dengan inflasi mencapai 76,48 persen (andil 0,23 persen), disusul daging ayam ras yang mengalami inflasi 6,64 persen (andil 0,19 persen).
Tingginya harga daging ayam ras di pasaran dipicu oleh peningkatan biaya produksi di tingkat peternak, khususnya harga pakan. Sedangkan meroketnya harga cabai rawit disebabkan oleh faktor cuaca musim kemarau dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menggerus ketersediaan pasokan di tengah permintaan yang stabil.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month), inflasi Bali pada September 2026 tercatat sebesar 0,32 persen. Meski angkanya berada di bawah 0,5 persen, BPS Bali menilai inflasi bulanan ini tergolong tinggi jika dibandingkan tren historis pada bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya, di mana pada September 2025 Bali justru mengalami deflasi 0,01 persen.
Dari empat wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bali, tiga di antaranya mencatatkan inflasi tahunan di atas target sasaran nasional. Kabupaten Tabanan mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,54 persen, disusul Kabupaten Badung (3,95 persen), dan Kota Singaraja (3,87 persen). Hanya Kota Denpasar yang masih berada dalam batas aman dengan inflasi 3,42 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....